Arsip 47


SERI PEMBOKAT, TITIN
From: --------@iname.com
Date: Mon, 09 Nov 1998 15:20:27 -0800


Wiro,
Ini ada cerita buat koleksi kamu, harap dimuat yaa....

Seri Pembokat, Titin

Pertengahan bulan April yang lalu, kami mendapatkan seorang pembantu baru bernama Titin, seorang gadis Sunda berumur 15 tahun, berwajah bulat dan manis dan sangat kekanak-kanakan, rambut sebahu dan berkulit putih, bertubuh mungil , sangat sexy dengan kedua buah tetek yang ranum untuk gadis seusianya. Ia bercerita kalau dia terdampar ke Jakarta karena melarikan diri dari rumahnya di kampung saat hendak dikawinkan oleh orang tuanya dengan seorang lelaki tua yang telah beristeri, sedangkan saat itu ia sudah menjalin hubungan serius dengan pacarnya. Oleh salah satu kenalannya dari kampung , yang empunya yayasan penyalur tenaga kerja ia ditampung sebagai tenaga kerja pembantu. Dalam minggu pertama kehadirannya dirumah kami, Titin bekerja dengan rajin, tetapi karena umurnya yang masih muda, ia masih sangat bersifat kekanakan dan manja . Titin senang berpakaian baju kaos terusan model daster, sehingga tubuhnya yang mungil dan padat tercetak dengan jelas pada pakaiannya itu. Saya sangat bernafsu sekali melihat Titin dalam keadaan seperti itu terutama bila ia mencuci pakaian dan kaos yang dipakainya tersiram air sehingga basah, waah... kontol saya langsung menegang dengan keras, ingin rasanya langsung memeluk dan meremas-remas tubuhnya yang bagus itu. Sesekali saya dengan halus berusaha menyenggol pinggulnya atau teteknya bila berpapasan seakan-akan tidak sengaja, Titin biasanya diam dan senyum-senyum saja. Saya terus berusaha mencari akal untuk bagaimana caranya bisa menikmati dan menggeluti tubuh Titin yang ranum itu. Sampai satu hari , saya menemukan persediaan obat-obatan di lemari dan disitu terdapat sejumlah obat tidur.

Saya melirik kearah jam dinding, sudah tengah malam. Saya melirik lagi kearah isteri saya, yang terbaring dengan nyenyak disisi saya. Ia telah tertidur sekitar setengah jam yang lalu, dan saya memang menunggu saat ini untuk menyakinkan bahwa tidurnya benar-benar nyenyak.

Saat saya telah yakin benar bahwa isteri saya telah tidur nyenyak, karena saya tahu persis kalau ia sudah tidur, akan sangat susah sekali untuk membangunkannya, apalagi ditambah minum susu kocok yang dibubuhi obat tidur. Saya cepat-cepat bangun dari tempat tidur dan langsung berjalan kearah kamar mandi. Saya mengambil sehelai handuk kecil serta membasahinya dengan air hangat serta kemudian keluar dari situ dengan tidak lupa mengambil handuk, tidak lupa sayapun membuka semua pakaian saya sehingga saya telanjang bulat.

Saya berjalan langsung kekamar Titin, tempat dimana ia tidur dan saat ini ia tidur dengan pulas sekali ; saya tahu demikian karena iapun meminum segelas susu kocok bercampur obat tidur sebagaimana isteri saya. Pelan-pelan saya membuka pintu kamarnya dan setelah mata saya terbiasa dengan cahaya kamar Titin, saya dapat melihat badannya yang terbaring didipan. Titin tidur tanpa mengenakan pakaiannya, mungkin karena kamar yang agak panas, ia hanya mengenakan celana dalamnya saja. Teteknya yang montok tampak menyembul dengan indahnya , dengan puting yang mencuat kecil kemerah-merahan. Rambutnya tergerai dan dibalik celana dalamnya yang tipis terbayang rambut-rambut jembutnya yang tipis. Saya berdiri memperhatikannya, bibirnya yang manis mengeluarkan napas dalam tidurnya yang nyenyak. Benar-benar gadis 15 tahun yang menggairahkan. Saya menaruh handuk kecil dan handuk besar dikaki tempat tidur, kemudian saya menyentuh pipinya, Titin tidak berreaksi sedikitpun terhadap sentuhan itu, saya mengulum bibirnya serta meremas dengan pelan kedua buah teteknya bergantian.... ooh, kulitnya halus sekali, sungguh enak meremas teteknya Titin ini. Saya mengangkat badannya dan mendekatkan kepada pinggiran tempat tidur, sehingga kakinya tergantung pada pinggir tempat tidur tersebut. Celana dalamnya saya lepaskan perlahan. Titin bergerak untuk berbalik, tetapi saya menahannya pada pinggulnya yang bulat; kemudian saya membuka kedua belah pahanya yang mulus dan mencium memeknya yang kecil, oooh....enak sekali; sesekali saya sapukan lidah saya kepada klentitnya , kemudian klentit itu saya kulum-kulum dengan bibir dan memainkan lidah saya untuk menjilat-jilatnya, pinggul Titin bergelinjang dan kakinya secara refleks menjepit kepala saya. Pelan-pelan saya mengangkat kedua belah kakinya sehingga kedua kaki Titin terlipat dan kedua lututnya menempel pada teteknya yang ranum dan kedua telapaknya bertumpu pada pantatnya yang bulat. Dengan perlahan saya mulai menindih Titin dan menahan agar ia jangan bergerak sehingga posisinya berubah. Kontol saya yang sudah sangat tegang langsung saya arahkan ke memek kecilnya yang sudah menanti . Benar-benar gerakan yang susah sekali mengingat Titin tetap tertidur dan tidak memberikan gerakan bantuan kepada saya.

Saya menekan ujung kontol saya yang sudah benar-benar keras kearah kedua belah bibir memeknya Titin dan menggosok-gosokan terus berulang-ulang sehingga cairan mulai membasahi memeknya. Saya mengisap-isap teteknya yang ranum dan tetap menggosok-gosokan ujung kontol saya ke memeknya untuk mempersiapkan memek Titin menyambut kontol saya yang besar ini. Saya menekan kontol saya pelan-pelan sehingga sepertiga dari kontol saya mulai amblas kedalam memek Titin yang sempit. Saya berhenti sebentar untuk merasakan kehangatan , licinnya cairan dan cengkeraman liang memek Titin pada kontol saya....... nikmat sekali. Saya menekan terus kedalam liang memeknya..... aduuh..hangatnya...nikmat.

Setelah kontol saya masuk setengahnya kedalam memek Titin, baru saya sadari bahwa memek Titin ini sangat sempit sekali. sungguh ketat otot-otot memeknya mencengkeram kontol saya; saya menekan lagi dengan keras sampai kontol saya terbenam seluruhnya kedalam liang memek Titin sambil menahan nikmat yang dihasilkan oleh memeknya yang mulai berdenyut-denyut meremas kontol saya. Saya benar-benar tidak dapat menahan kenikmatan yang begitu enak akibat denyutan dan remasan memek Titin ini, saya langsung menarik kontol saya dengan cepat sehingga tinggal kepala kontol saya saja didalam memeknya kemudian secara cepat dan keras saya benamkan lagi, begitu berulang-ulang secara perlahan-lahan; saya merasakan bahwa otot-otot memek Titin mengejang dan memberi cengkreaman yang keras kepada kontol saya yang besar. Setelah beberapa saat saya diam untuk menikmati kenikmatan memek ini, saya mulai lagi untuk menarik dan menggenjot masuk kontol saya, saya ulangi lagi gerakan ini berulang-ulang; masuk....keluar...tarik...tekan..tarik ..tekan dalam-dalam; saya benar-benar bernafsu sekali kepada Titin, apalagi saat saya menekan dan menarik , kedua teteknya berayun-ayun bagai mengikuti irama gerakan saya.

Saya merasa saya sudah mau sampai puncak orgasme saya, biarpun saya mau keadaan ini tetap berlangsung terus, tetapi saya harus cepat-cepat mengakhiri ini kalau tidak mau tertangkap basah , biarpun Titin dan isteri saya sudah terkena pengaruh obat tidur. Bahaya ketahuan tetaplah bahaya yang besar bagi saya.

Akhirnya , saya merangkul badannya yang mungil meliwati kedua belah kakinya yang terlipat, saya pertemukan kedua tangan saya dibelakang punggung Titin dan memeluknya erat sekali kebadan saya, kemudian saya memutar pinggul saya sambil tetap menekan kearah memeknya sehingga saya bisa menanamkan kontol saya sedalam-dalamnya di liang memek Titin sampai kontol saya terasa menyentuh liang peranakannya. Saya benar-benar tidak pernah merasakan hal seperti ini, mungkin hal ini terjadi karena perbedaan ukuran tubuh dan kontol saya yang besar dibanding tubuh Titin yang begitu mungil. Saya menekan terus, kemudian menarik kontol saya lagi dan menekan lagi dengan keras dan cepat, sehingga terasa tubuhnya bagaikan orang yang menggigil dan cengkeraman memeknya terasa semakin memuntir batang kontol saya; benar-benar enak dan nikmat sekali , Tanpa terasa saya menggigit teteknya yang kanan dengan gigi saya. Saat saya menekan batang kontol saya dalam-dalam keliang memeknya, sampailah saya kepuncak kenikmatan bersetubuh, kontol saya mengeluarkan cairan mani yang menyemprot masuk kedalam liang memek Titin dalam-dalam; saya tetap menekan terus dan tidak melepaskan batang kontol saya dari dalam memeknya sampai saya tidak merasakan lagi denyutan-denyutan yang mencengkram. Begitu saya mencabut batang kontol saya, saya langsung menggosok-gosokan kebibir memeknya yang kecil itu sebelum saya mengambil handuk basah untuk mengelapnya.

Saya langsung membersihkan badan Titin dengan handuk lembab untuk menghapus segala tanda-tanda persetubuhan yang terjadi dan memakaikan celana dalamnya lagi serta mengatur tunuhnya dengan rapi ditempat tidur. Tanpa membersihkan diri lagi langsung saja saya menaruh handuk-handuk tersebut ketempat cucian dan kemudian kembali kekamar saya.

Esok pagi, saya bangun agak terlambat, isteri sudah pergi kekantor duluan, saat saya kebelakang menuju kamar mandi, tampak Titin sedang duduk termanggu-manggu ngelamun diatas sebuah bangku kecil di tempat cucian. "ada apa, Tin....kok pagi-pagi ngelamun siih", sapa saya, "aakh,... enggak ...anu pak..."jawabnya, "anu....apanya",kata saya lagi. "itu,.... tadi malem saya mimpi ....kok ...aneeh bener", jawabnya senyum-senyum. Waktu melewati Titin, saya menengok kearah belahan teteknya yang terlihat dari sela-sela daster kaosnya, tampak sekilas diatas teteknya yang sebelah kanan bekas gigitan yang memerah.....
Waahhh .........


CINTAKU DI NEGRI CINA
From: ---- --- ------- <-----@--------.net.id>
Date: Sun, 08 Nov 1998 04:22:01 +0700


Best storyBest storySore hari di tahun 1996 bulan Januari , hujan rintik menemani perjalanan ku rumahku sepulang dari kampus, saat itu la ku lihat gadis tinggi semampai berjalan disampingku... Wow... tiba-tiba hatiku berdetak kuat... gadis ini... cantiiiiik banget... dengan tingginya semampai, memakai baju hitam ketat dengan celana putih kordoroi..serasi dengan kulitnya yang putih bersih, rambut sepundak kemerahan dengan muka lonjong yang maniiis banget, dibubuhi mata sipit... seperti artis cina yang sering kulihat di TV... wuihh... "aku harus kenalan!!!" berontak kata hatiku... Jalannya cepat..tanpa melihat kekanan kekiri... "wahh... berani 'gak ya..??" hatiku bertanya-tanya...Okelah... PD ajah... "Hai" sapaku dengan suara bergetar.. "Baru pulang kuliah ya??".. sambil kulihat buku yang dibawanya.. "Iyaa.." responnya "waaah... gayung bersambut nih...." langsung aja kenalan... Sejak saat itulah aku dekat dengan Fei.. Gadis yang ternyata satu kompleks perumahan denganku di daerah Jakarta Pusat..Ternyata ia baru di kompleks ku..tinggal bersama pamannya.. Pamannya adalah penjual barang elektronik di daerah Glodok.. Sebelum ke Jakarta, ia tinggal bersama ortunya di Medan, lulus SMA ia melanjutkan pendidikan di FE T------- (sorry, diedit sama Wiro).
Singkat cerita kami pun pacaran... Terus terang.. aku orangnya nggak kuat ngeliat si Fei... yang paling aku sukai dari bagian tubuhnya, adalah kakinya yang panjang (1 meter 5 senti) dan yang yang paling membuatku ngiler adalah betisnya yang putih mulus dengan bentuk yang pas, tak terlalu gemuk dan tak terlalu kecil..seksi banget...
Fei tinggal bersama pamannya dan ke-3 sepupunya yang semuanya cewek yang masih bersekolah antara SD - SMP, beserta seorang pembantu.
Pengalaman sex ku dengannya berjalan secara bertahap.. Setelah beberapa lama pacaran aku cuma bisa ngesun bibirnya... seminggu kemudian bibirnya... lama setelah itu... ketika kami berdua nonton di bioskop Lippo K------- (sorry, diedit lagi nih) ...aku ingat filmnya Star Wars... ia memakai baju hem sutra warna krem... dengan rok selutut warna coklat, yang menampakkan bentuk kakinya yang sempurna itu ...baju sutranya begitu lembut hingga mengikuti lekukan dadanya terkadang dari sela-sela antar kancing, terliha belahan dada yang putih mulus.. walaupun tidak terlalu besar.. membuat pikiranku melayang kemana-mana... hingga didalam lampu mulai padam... kulihat penontonnya hanya 5 orang, itu pun berada di depan semua.. melihat wajahnya di kegelapan bioskop, aku 'gak bisa konsentrasi menonton film... 5 menit.. 10 menit.. 15 menit... pertama ku elus tangannya, kucium-cium tangannya yang lembut itu.. akhirnya aku sentuh pipinya.. dan mulai ku cium bibirnya... mmmmh... mengingat toketnya tadi.. .birahiku bergejolak... tanganku mulai mengelus-elus pipinya... kemudian turun... sheeep... kuelus-elus toketnya yang membuatku tak bisa tenang itu... wusp.. sementara bibirnya ku lumat dalam-dalam.. kurasakan dengan mata terpejam kenikmatan bibirnya itu ... mulai lidah kami bertaut... saat itu juga, tiga kancing paling atas bajunya ku buka... tangankupun mulai masuk kedalam bh nya... wooooow... kenyal dan kencang... dengan pentilnya yang kenyil-kenyil... Aku mulai memperdalam cipo'an ku... lidah ku mulai kumainkan seiring dengan permainan jari-jariku di pentilnya.. ia mulai mendesah dengan napas tak teratur.. mmh...mmhh..mmhh... suara itu...suara itu membuatku makin bernafsu... aku variasikan gerakan tanganku dengan meremas toketnya...mmmhh... mhhh... ssshh.... suara itu... membuat kontolku semakin berdiri tegang ..saking teganganya sehingga membuat kontol ku sakit... sambil kuperbaiki kedudukanku... kusorongkan penutup BH nya ke depan sehingga toketnya menonjol ..kuarahkan mulutku ke puting toket Fei.. kuisap-isap putingnya sambil sesekali kumainkan lidahku... mmhhhh.. mhhhh... si Fei merasa geli-geli enak.. kuangkat bh nya ke atas.. agar tanganku terbebas dari memegangi BH si Fei.. toket yang telah mengencang itu mancung kedepan.. menantang untuk ku isap.. sementara aku mulai mengisap toket si Fei, tanganku mulai memegang pahanya yang dingin karena udara AC bioskop..tetapi.. makin ke dalam ... makin terasa hangat ... dengan agak susah tanganku berusaha merayap ke "sumber kehangatan" itu... wah... masih sulit tangangku menjangkaunya... tampaknya Fei tahu akan hal itu... ia mulai membuka pahanya.. dan tanganku pun mulai dapat merayap ke atas..kusentuh selangkangannya yang berbalut CD..hmmm hangat... aku ingin merasakan dalammnya.... dari tepi CD-nya jariku masuk ke memeknya yang ditumbuhi jambut itu.. terasa hangat dan lembut dengan lipatan-lipatan dan gumpalan-gumpalan itu ... tanganku mulai beraksi di tengah antara kedua lipatan itu... naik turun.. naik turun... Fei mulai glinjengan.. tak berapa lama ia lepaskan tautan bibirnya di bibirku... mulutnya terbuka..aaahh... ahh.. terus rie... ahhh... ahh... enakkkk....ahhh.. teruuuus.. aah... pada saat itulah kurasakan sesuatu terjadi pada tubuhku... aku merasa kontolku menegang sekali.. nafsuku meletup-letup...otot-ototku mengejang... dan... aaaaaahhk...aahhkk.. cruttt..cruuttt.. kontol ku pun muntah.... di dalam celana...uhhhh... enaaaaak banget rasanya....seger... sementara tanganku terus bergerak ..... aahhhh... teruusss..... desah Fei sambil mulai menggerak-gerakkan pinggulnya... aaakkk...terusss... sampai akhirnya badannya menegang dan ia menahan nafasnya beberapa saat...mhhhhhh...ahhh.. dilepaskan nafasnya... kemudian ia menjauhkan tanganku dari memeknya... "kenapa...?" tanyaku berbisik. "enaaak lhooo...tapi badan jadi lemes nih.." bisiknya..."ya udah... kasian filmnya tuh gak ditonton..." kurasa-rasakan bagian celanaku yang basah kena air mani.. untung cuma bagian pinggang.. jadi bisa ketutup baju.. amaaan..
Malamnya.. ia menelfon... menceritakan bagaimana rasanya dari pengalaman yang baru kami alami berdua di bioskop tadi. Sebelum kami menyudahi telfon, ia berkata "Rie... besok kalo 'gak ada rencana... datang ke rumahku dong... selama aku libur, si Siti (pembokatnya) mo pulang kampung... bantuin aku ngurusin rumah yaa..??!!"... "oke!" jawabku singkat sambil membayangkan skenario untuk besok...
Esoknya aku pun datang jam 10-an.. setelah pamannya Fei pergi... sebab paman Fei nggak mau si Fei pacaran sama aku... dia mau Fei pacaran sama cowok keturunan Tionghoa seperti semua keluarganya... jadi ceritanya aku dan Fei "backstreet boys" lah..
Ketika aku datang... si Fei masih memakai daster pink..tingginya di atas lutut... uppss.. kontolku naik tingggi sekali... tampak sebagian pahanya yang muluuus banget , kakinya yang panjang putih bersih (kagak ada noda totol-totol sama sekali...!) dan betisnya yang aduhai itu...kuperhatikan terus si Fei dari atas ke bawah.
Hei... pas di bagian dadanya ada nonjol segede kacang.. ups.. jangan-jangan 'gak pake bra nih... aduuuh kontolku makin membludak ingin keluar dari sarangnya... "Arie... kamu udah sarapan..??"."Udah..udah.." jawabku dengan suara bergetar yang kupaksakan keluar..."."Hei... kenapa.. kamu sakit..?"."Enggak kok... biasa.. suara orang bangun pagi" kataku. Lalu..
"Kamu bantuin aku nyapu ya... entar abis kamu sapu.. aku ngepel..". "Oke". Huuh.. nyapu... mikir nyapu adikku jadi ciut lagi nih...
Aku pun mulai nyapu..sedangkan si Fei mencuci piring bekas sarapan. Selesai menyapu, aku bantu dia mengangkat ember untuk mengepel ke ruang depan. Dengan menggunakan gagang pel ia mulai mengepel lantai ruang depan, sementara aku memperhatikan kaki-kaki yang jenjang itu bagaikan menari-nari bersama tongkat pel. Kuperhatikan betis yang selama ini aku puja-puja itu... putih... mulus... wuuuh.. ingin aku menciumnya habis-habisan... tiba-tiba klotak!! entah karena apa, tongkat pel itu terjatuh ke lantai... "aduhh.." si Fei terkejut.. "kenapa ..?" tanyaku.. Fei hanya tersenyum dan kemudian dengan membelakangiku ia menungging mengambil tongkat pel itu.. Hwala dalah..!! daster yang tingginya sepaha itu bagian belakanya terangkat ke atas... tampak seluruh pahanya yang putih halus mulusss itu.. dan yang membuat celanaku tiba-tiba sesak... tampak selangkangan yang dibalut CD warna biru langit itu.. aaaaaaaaaaah nggak ku ku.... Langsung aku meloncat ke arahnya.. Ku elus dan kuciumi pahanya yang halus mulus itu... begitu lembut..mmhhh.. Fei masih dengan posisi menungging, kusibak dasternya sehingga tampak seluruh celana dalamnya, langsung dengan nafas memburu, kutarik celana itu ke bawah dan kujilati dan kucium pantat yang putih montok menantang itu... di selangkangannya.. tampak bibir vertikal.. memek Fei yang hitam.. tanpa bulu jambut..??? (padahal tadi malem masih ada loh bulunya).. kuusap dengan lembut bibir yang menggoda itu... lemmbut... dan penuh kehangatan.. bibir tersebut bergerak-gerak... seolah-olah berkata "ayo...cium aku...isep aku..jilat aku....". Langsung ku arahkan bibirku kememeknya.. aroma memek yang khas.. menggodaku untuk mencium memek Fei yang dari tadi menungguku.. kumainkan lidakku di tengah-tengah bibir memeknya... sssrrrpp...sssrrppp... enaaaak...sssrrrppp... kurasakan .. badan Fei bergetar keenakan.. kuremas pahanya yang montok itu... sambil terus kumainkan lidak ku... sssrrrp...ssrrrpp.. aahhh...ahhh... erang si Fei...
Tiba-tiba Fei berdiri... di cipoknya bibirku yang basah dengan ganas... seperti kayak orang yang udah berbulan-bulan 'gak dapet jatah.. Mmhhh...
Mmmhh... dimain-mainkannya lidahnya dalam mulutku... enaaak sekali.. Kemudian dengan sigap... tangannya mulai mempreteli celanaku.. dan menyelipkan tangannya di CD ku... " ihhh... gede amat...!!" kejutnya.. sambil digosok-gosokkannya tangannya di kontolku yang udah dari tadi membengkak..uuuhh...enak oeh... dilorotin CD ku dan dikocoknya terus kontolku... sangking enaknya sampai seluruh otot tubuhku mengejang... "terusss..terussss" kulepaskan tautan bibirnya "aaahh...ahhh...feiii ..terus feii... kataku udah 'gak tahan lagi.. aahhh...aah....croot.. croottt ... croooot.. kontolku nembak.. oleh Fei, diarahkan kontolku menjauh dari tubuhnya.. air maniku berceceran di lantai...aaah... enaknya
Kemudian kuangkat dasternya... tampaklah tubuhnya yang sudah telanjang bulat... ammpuuun deh body nya... udah putih... mulus... bagus...langsing tinggi... pokoknya seperti cewek model... Kontolku pun berdiri lagi sedikit demi sedikit.. Aku pun melepas segala yang melekat di tubuhku... Tubuhnya kujatuhkan ke sofa.. kemudian kaki Fei ku kangkangin dan aku menimpa tubuh yang empuk itu.."Gimana memekku..?? Tadi pagi aku cukur lhoo.. khusus buat kamu.." kata Fei... HHHuuuiii.. Fei gadisku.."I love youu..".. mulai lagi kucipok bibirnya dengan gemas.. mmmhh. tangan Fei menjalar kebawah.. meremas-remas kontolku... kemudian menempelkannya ke memeknya yang telah basah itu... badanku pun kuangkat sedikit dengan siku kiriku sementara tangan kanannku mulai me"obok-obok" toket si Fei.. begitu lembut.. begitu kenyal...kumainkan pentilnya sekali-sekali... Mmmhh.. sementara itu lidah kami pun tak bisa diam merasakan keenakan ini.. saling menjilati... Kemudian kuarahkan kepalaku ke toketnya.. kuciumi toketnya ...mmmhhh.. kujilati, kumainkan putingnya dengan lidahku.. dan kusedot-sedot dengan sesekali ku gigit-gigit kecil dengan gemas... sementara jari telunjukku dan tengah mulai beraksi di memeknya... kuusap-usap... kuusap-usap memeknya yang telah licin dengan cairan itu.. tak lama, segera aku bangun.. dan aku tidur di lantai.. kusuruh ia menindih ku dengan kepalanya mengarah ke kontolku dan dengan kaki mengangkang,dan mengarakan memeknya yang telah memerah ke mukaku... kayak di bokep-bokep.. Hmmmm... srruupp.. sruuupp... aku mulai menjilat itil nya... kujulurkan lidahku memainkan daerah sekitar itilnya.. kujilat itilnya ke atas.. ke bawah.. keatas... kebawah...Fei menggelinjang keenakann..pantatnya pun bergerak.. mencari-cari spot-spot yang enak... Ia ternyata jago menghisap kontolku.. sambil menghisap, sesekali dimain-mainkannya lidahnya seperti anak kecil memainkan es krimmnya.. enaaak tenan !!.. kufariasikan jilatan pada itilnya dengan sedotan.. kemudian bibir-bibir kiri dan kanannya yang hitam itu, kutarik-tarik daging lebih yang nikmat itu dengan sedotan bibirku.. sruuup... sruppp... Pinggul Fei bergerak-gerak terus... kadang kekiri.. kadang ke kanann. keatas..kebawah .. begitu seterusnya.. sampai akhirnya ia tekan memeknya di mulutku.. hidungku ikut menempel di memeknya dan membuatku susah bernafas... dengan masih digoyang-goyangkan sambil mengerang panjang.. aahh...aahh..... aaaaaaaaaaa.. aaaaaaahhh.. sreeet.. srettt...tiba-tiba badannya berbalik dan ia menciumku bertubi-tubi..."ahhh...enaaak rie...rasanya seperti melayangg..." sambil terus menciumi mukaku..."enak sih enak.. aku masih gantung nih.."... Langsung kuangkat tubuhnya ke bibir sofa dan kukangkankan kakinya.. ku usap-usap memeknya yang masih memerah dan bengkak itu dengan tanganku... kucari-cari..dimana lobangnya... setelah beberapa saat kutekan-tekan... akhirnya kutemukan lobangnya.. pertama kucoba masukkan jari kelingkingku..... eeeeh.. masuk... kucoba jari manisku... masuk juga... kukeluarkan jari manisku yang basah.. kucoba masukkan kontolku... "aaahhh.. pelan-pelan... atit nihh.." kata Fei meringis.. Kucoba dorong dengan bantuan tanganku... tapi susah sekali masukknya.. sampai kontol ku meleot-leot.. akhirnya kuminta tangannya memegangi kontolku dan tangan satunya melebarkan memeknya... aku menahan pahanya agar tubuhnya 'gak mundur-mundur... mulai ku dorong kontolku masuk ke lobangnya... Fei masih meringis.. ahh peduli amat... aku harus nembak...kutahan kuat-kuat tubuh Fei.. dan kusorongkan tubuhku.. sreeeep.. sreeep... bleesss... batang kontolku masuk tak bersisa.. "Kamu baik-baik aja..?".. "Agak agak pedih sihhh.." ringisnya.
Oke... mulai beraksi.. segera ku-maju mundurkan kontolku dilobangnya... aaahh.... rasanyaaa... 'gak terbayangkan ... it's my first time Man!.. Fei pun beraksi dengan menggoyang-goyangkan pantatnya, hingga bibir-bibir memeknya seperti mengulum-ngulum kontolku... aaahh.. kuhujam-hujamkan terus kontolku.... kulihat ekspresi muka FEi yang belum pernah kulihat sebelumnya... dengan mata merem melek.. bibir seksinya menggangga mengeluarkan desahan-desahan yang makin membuatku bergairah dan mempercepat gerakan kontolku maju mundur... aaahh...ahghh.. aku pun ikut merem melek... kupindahkan tanganku dari pahanya dan mulai meremas-remas toketnya yang mengeras ... goyangan-goyangan pinggul kami berkejar-kejaran dengan deru degup jantung ku ... suara-suara erangan nikmat bercampur dengan suara gesekan kontol dan memek Fei yang telah banjir, menggaung ke seisi rumah yang sepi itu... sampai akhirnyya " Arrrieeee.... aaaaggg.. aaaaggkkuuuuu.. ggggaaaalk kkuu kuuuat lagiiii.. aaaahhh ....a hhhhhh. aaaaaaaaahh...aaaaghhhhhh..." Sambil menahan nafasnya, Badan FEi mengejang dengan dada menungkik ke atas dan tangan meremas sofa kulit itu...creeet ..cretttt..creeet.. terasa keluar cairan dari dalam lobang memek nya. Segera kugenjot dengan hujaman-hujaman cepat ke lobang Memeknya...aku merasakan kontolku akan mengeluarkan mani... segera kukeluarkan kontol ku... di sambut dengan kocokan tangan Fei...aaaaaah..aaaaahhh...aahhhh.. aku mengerang keenakan dan ... crooot croooot crooooot air mani keluar dari kontolku .. muncrat kemana-mana mengenai sofa dan lantai.... sampai tak bersisa lagi... aaahh...enaknya hidup ini.... kurebahkan tubuhku ke sofa... kucium bibir Fei dengan lembut..."Thank's Fei... i love you so much"... sambil terus menciumi bibirnya.... Segera setelah itu... kubersihkan tubuhku di kamar mandi dan aku melanjuti pekerjaan Fei yang terpotong tadi.. ngepel.!! Fei lelah kecapaian.. dengan tubuh ditutupi daster, ia beristirahat di sofa... mukanya walaupun letih, tapi menampakkan rasa puas yang luar biasa...
Semenjak itu, setiap hari, (kecuali minggu), kami melakukan sex... setelah pembokat Fei pulang... beberapa hari sekali kami melakukannya di rumahku (kalo lagi 'gak ada orang) dan di Ancol... agar air maniku tak tumpah ke dalam mobil, aku selalu pake kondom... Masa-masa bahagia kami berakhir, setelah terdengar isu akan terjadinya kerusuhan pada bulan Mei... Fei beserta keluarga pamannya.. cabut dari Indonesia balik ke negri Cina... rumahnya di Jakarta dijual.. Semenjak itu aku tak pernah berjumpa lagi dengannya... aku sangat kehilangan FEi.. Fei lah cewek yang paling ku sayang dan kucintai.. yang telah memberikan kepuasan lahir batin kepadaku.... I miss u fei wherever you are... kalau ada pembaca yang mengalami hal serupa atau ingin membesarkan hati saya atau sekedar curhat.. kirim aja E-mail ke
arie-ku-sayang@usa.net. Buat mas Wiro... thanks bhuanget !!!


RENCANA MANIS RINA DAN LIA
From: ------@hehe.com
Date: Fri, 6 Nov 1998 02:04:53 -0600


Halo Wiro, BRAVO buat cerita-cerita seru™ kamu. Ini lanjutan cerita "Rina,..Lia,..rasanya ini jebakan". Akhir cerita yang lalu, setelah gue sadar ternyata pintu kamar Rina gak tertutup rapat. Dan sekilas gue liat ada sekurangnya tiga pasang mata yang mungkin sedari tadi ngintip adegan sekse di kamar Rina ini. Dan gue yakin mereka teman sekost Rina dan Lia juga. Gue penasaran, siapa sebenarnya dan apa mau meraka ?


CERITA BERLANJUT

Best storySetelah janjian untuk datang ke kost Rina dan Lia beberapa hari kemudian (kira-kira 2 minggu kemudian), akhirnya gue datang lagi ke kost-an Rina. Kebetulan karena gue dan Lia kerja ditempat yang sama, satu perusahaan, jadinya gue bareng ma Lia. Sampe di kost kira-kira jam 18:45 wib. Karena Rina ternyata belum datang, maka gue jadinya ke kamar Lia. Jelas rasa penasaran gue kejadian terkahir itu, mereka yang ngintip itu, gue masih ingat. Sambil melewati lorong di depan kamar-kamar di kost-an itu, gue perhatikan, ternyata semua penghuninya sudah datang, kecuali Rina. Dari pintu kamar mereka, gue liat nama-nama mereka yang terpampang, Anny, Diah, Lucy. Dugaan gue bener, berarti mereka yang ngintip itu pasti Anny, Diah dan Lucy. Siapa lagi.

Hm... ternyata kamar Lia lumayan rapi dekorasi interior sederhana dengan hiasan etnit Toraja atau Asmat tergantung di beberapa bagian dinding kamar Lia.
" Lia, kamar kamu tatanannya bagus. " puji gue membuka perbincangan.
" Ah, Andi. Gak juga, kebetulan aja. Ini oleh-oleh dari beberapa teman, kebetulan." kilah Lia, yang tengah asyik membersihkan make up wajahnya di depan cermin hias di sudut kiri pintu kamarnya. Lia masih menggunakan stelan yang digunakan ngantor hari ini. Stelan semi jas dengan celana panjang sedikit gombrang warna coklat tua. Dibalik semi jas yang dipakai, Lia mengenakan kaos ketat warna krem. Tatapan gue rasanya gak mau lepas dari tumpukan indah di dada Lia. Bulat padat dan syur. Hah... bayangan permainan dengan Lia beberapa waktu yang lalu itu masih jelas. Tanpa sadar ternyata batangan gue sudah ngeras lagi.
Tepat ketika Lia berdiri dan membukan jas, gue bangkit dari duduk dan dalam sekejap Lia gue dah dekap. Lia gak bereakasi apa-apa. Lia hanya diam, mungkin menunggu aksi lanjutan dari dekapan gue. Tidah dalam beberapa detik setelah itu, tangan gue dah berada dibalik baju kaos ketat Lia dan dengan cepat menyusup ke balik bra yang Lia gunakan. Surfign yang gue lakukan ke dada Lia cepat mendapat tanggapan dengan aksi balas tangan Lia yang juga cepat mendarat di balik celana dan menggenggam, meremas batangan gue.
Bibir hangat Lia gue pagut dengan membara. Pokoknya semua aksi gue lakukan dengan serba cepat tapi tepat langsung ke sasaran. Yang jelas gue gak mau kehilangan sesuatu moment sedetik pun.
Begitu gue akan membuka kaos Lia, tiba-tiba ketokan pintu kamar Lia dan terbuka. Gue agak kaget untuk sejenak, Rina ternyata.
" Hai, kaget ya." sapanya sambil tersenyum.
" Hm.. gak gitu amat. Konsentrasi buyar aja." tepis gue cepat sambil ngeluarin baju gue dari celana. Gerakan tangan gue ternyata dalam pengawasan Rina. Rina tersenyum melihat batangan gue yang ngongol dari balik celana gue. Sementara Lia lanjut membuka baju dan celana pajangnya. Lia ganti baju. Sekali lagi gue gak akan melewatkan adegan ini. Sungguh sekali lagi ini adalah pemandangan yang mengasyikkan. Sorot mata gue gak lepas mengawasi kegiatan Lia ganti baju yang terus senyum-senyum gue perhatikan.
" Heh... Ndi. Yeee... napsu lagi ya." sapaan Rina kali ini, mengagetkan gue.
" Aduh. Ups" gue cuman senyum. Sementara itu gue perhatikan busana yang Rina kenakan. Kaos putih pajang hingga sepaha tipis. Puting Rina membayang dari dalam bajunya. Ahhaaaa.. Rina gak pake bra. Sementara di saat yang sama Lia juga sedang membuka branya. Lia menggunakan daster warna biru muda, mungkin warna biru langit.
Gue hendak merapatkan duduk gue ke ranjang di kamar Lia itu, tapi lebih dulu mendapat serangan manis dari Rina. Sebuah ciuman yang begitu haus mendarat di bibir gue. Belum lagi sempat gue membalas ciuman itu, sebuah serangan yang lain datang lagi. Kali ini sasarannya adalah bagian bawah perut gue. Batangan gue. Rina begitu haus. Napasnya yang sengal-sengal terus memburu gue dengan ciuman dan remasan jemarinya pada batangan gue. Sementara dalam keadaan yang seperti ini, Lia mendekati gue. Duduk disamping, tapi ternyata dia juga melakukan aksi yang sama, membuka celana gue. Hingga dalam hanya beberapa saat celana gue lepas dari posisi yang seharusnya. Begitu pun dengan kemeja yang gue kenakan. Rina telah mencopoti satu persatu kancing dan telah membukanya. Tangan gue hanya meremas buah dada Rina. Sementara tangan gue yang satunya, gue raih ke dada Lia yang duduk di sebelah kiri gue.
Gak lama kemudian, karena pakaian gue dilucuti satu persatu, dan gue emang membiarkan saja mereka melakukan itu, gue dah telajang bulat. Sementara Rina masih melakukan aksinya, menciumi gue, juga hal aksi lain dilakukan Lia, batangan gue Lia kocokin.
Lia telah membuka dasternya, berarti Lia hanya mengenakan CD warna hitam berbentuk sangat sexy. Rina menghentikan ciumannya dan berdiri. Tapi kesempatan ini digunakan oleh Lia. Dengan posisi mendekap diatas tubuh gue, Lia juga melakukan aksi adegan lanjutan dari Rina. Ciuman Lia tidak kalah panasnya. Sekilas Rina juga membuka kaosnya. Rina juga menggunakan CD warna hitam yang berbentuk jala-jala, juga sexy. Gantian, Rina kini yang melakukan aksinya di bantangan gue, dengan kuluman dan permainan lidahnya yang hebat, Rina mengisap batangan gue yang rasanya sudah sangat tegang. Gue gak mau tinggal diam, tangan kiri gue dengan jari telunjuk dan ibu jari gue permainkan clitoris Rina yang membuka lebar selangkangannya disampin Lia. Sementara tangan kanan gue juga dengan jari telunjuk dan ibu jari mengusap- ngusap vagina Lia. Ugh,.. kedua perempuan ini sudah mabuk kepayang dengan kehausan seks yang mungkin dalam stadium berat. Vagina mereka becek dengan lendir vagina. Wow .. sensasional .. hm..
Adegan seks ini gak berlangsung begitu lama, karena sekali lagi terdengar ketukan di pintu kamar Lia. Lia bangkit kearah pintu dan membuka sedikit. Tubuh Lia terhalang daun pintu. Beberapa saat setelah berbincang-bincang seperti berbisik, Lia kembali menutup pintu dan kembali ke ranjang. Tapi sepertinya ada yang Lia hendak diskusikan dengan Rina karena setelah sampai di ranjang Lia menarik tangan Rina menjauh dari gue. Ada apa ini, pikirku melihat gelagat meraka. Kira-kira 10 detik kemudian Rina dan Lia menghampirin gue. " Ndi, kita ada usul neh. Ada ide, dan gue rasa akan menarik."
" Iya And, elo akan suka bangat." Rina menimpali dengan berkas senyuman yang tertahan. Begitu pun dengan Lia.
Entah apa ide meraka, tapi yang jelas gue hanya menuruti apa yang Rina dan Lia tuturkan. Gue disuruh memejamkan mata. Kemudian sesuatu mengikat melintar ke kepala gue menutup mata gue. Gue hanya diam saja. Dalam benak gue masih kosong. Gue gak memikirkan apa-apa. Beberapa saat kemudian, kedua tangan gue terikat keatas ranjang. Begitupun dengan kedua kaki gue yang posisi terkangkang terbuka lebar. Sekali-sekali terdengan cekikikan kecil kedua perempuan ini. Menurut perkiraan gue, yang mereka pake ngikat ini adalah stoking rasanya begitupun dengan yang menutup mata gue. Kira-kira Rina dan Lia melakukan ini sekitar 4 menit.
" Nah Ndi, sekarang permainan baru akan dimulai. Dan elo diam aja And." suara Lia terdengar seperti menahan tawa.
" Oke And, mulai ya sayang permainan ini." lanjut Rina Sementara gue hanya ngangguk pelan dengan penuh pertanyaan dalam kepala gue.

Dalam mata yang tertutup serta tangan dan kaki yang terikat, dalam ketak berdayaan, gue berusaha menikmati usapakan-usapan tangangan dan lidah Rina dan Lia yang menyusuri seluruh permukaan kuliat gue. Gue gak tau pasti siapa yang mengusap batangan gue dengan isapan dan permainan lidahnya. Siapa yang mengusap menyusuri bagian dada perut leher dan bagian lain dengan lidah. Gue gak tau, yang gue tau adalah kenikmatan yang belum pernah gue dapati selama ini. Suatu sensasi yang luar biasa, dari sebelum-sebelumnya. Entah siapa ssekarang yang tengah berada di atas tubuh gue, dengan menggenggam batangan gue, sepertinya diarahakan ke lubang vagina. Betul juga, karena beberapa saat kemudian gue rasakan tubuh gue terguncang-guncang seirama dengan genjotan goyangan pinggul tubuh seorang perempuan yang rasanya begitu haus seks. Erangan-erangannya membuat gue ikut lari jaoh dalam irama goyangannya, kenikmatan yang sangat luar biasa. 2 atau 3 menit kemudian perempuan itu mengerang pajang dan mendesah .. oohhhh .. gue keluar.. kedengarannya seperti suara Lia.. berarti yang baru saja ngewe' ma gue adalah Lia. Tidak lama setelah itu, gue rasa batangan gue terasa dingin seperti diusap dengan tisyu yang basah, sepertinya dibersihkan.
Kembali gue merasakan bebas berat tubuh perempuan diatas tubuh gue, masih dengan mata yang tertutup, batangan gue rasanya sedang di emut karena gue sesekali merasakan gesekekan keras seperti gigi menggesek di batangan gue. Gue hanya bisa mendesah menikmati sensasi ini. Gua hanya bisa menebak kira-kira perempuan yang sedang menikmati tubuh gue sekarang adalah Rina. Selang beberapa saat kemudian, batangan gue berasa hangat dan basah. Sepertinya batangan gue sedang berada dalam lubang vagina. Ahhh... gue mendesah diiringi desahan perempuan yang dengan sangat lihai menggoyangkan pinggulanya yang mengakibatkan bantang gue keluar masuk ke dalam vagina perempuan ini. Desahan wanita ini terdengar sangat riuh, gue yakin gak dalam beberapa goyangan kedepan dia akan orgasme. Benar saja... erangan seperti setengah menjerit menahan. Gue.. keluar.. gue keluar .. kalimat itu terus terucap dari mulutnya. Bener juga,. itu suara Rina.
Ah,,, gue tersenyum begitu mendengar Lia berkata, gimana Andi sayang, asyik kan permainan ini. Tapi jangan puas dan jangan loyo dulu And, permainan ini akan berlajut .. akan lebih dasyat dan lebih gila lagi Andi sayang. Mendengar kalimat itu itu terucap, dalam hati gue berkata, oke.. emang gini yang gue cari.
" Hm.. Rina .. Lia.. sayang .. kalian emang hebat dan jago." puji gue " Santai aja And, ini belum apa-apa. Masih akan lebih hebat lagi." kata Rina.

Gak berselang beberapa detik setelah itu, permainan di mulai lagi, sentuhan-sentuhan kembali menyapu bagian erotis gue. Batangan gue yang gak pernah berenti keras itu kembali menjadi sasaran utama. Lai-lagi gue rasakan isapan yang sangat luar biasa. Sekali lagi sensasi yang luar biasa gue rasakan, sementara kali ini gue di minta untul menjulurkan lidah. Sepertinya gue rasa ada memek di depan gue, itu gue tau dari bau yang menerbar ke hidung gue. Gue diperintahkan untuk menjilatinya. Gue turuti katanya, gue jilat memek itu. Suara yang meminta tadi itu suara Rina. Berarti yang mengisap dan mempermainkan batangan gue dengan lidahnya adalah Lia sementara memek yang gue jilat adalah memek Rina. Gue terus menjilat memek yang menganga di hadapan gue, tapi gue gara isapan di batangan gue terhenti sejenak. Tapi kemudian berlanjut lagi. Terdengar gak begitu jelas erangan setengah menjerit tertahan saat gue gigit perlahan memek itu. Juga erangan-erangan dari mulut yang mengulum batangan gue itu juga terdengar sayup-sayup. Tapi kemudian gue rasakan sekali lagi batangan gue yang sepertinya sedang menembus lobang vagina yang terasa hangat itu. Irama goyangan pinggul pemilik memek itu membuat batangan gue terhentak keluar dan masuk lubang vagina. Iramanya memperngaruhi jilatan ke memek yang sedang gue jilat. Ceplok..clok...cplok... suara decak becek memompa batangan gue yang keras ke dalam vagina. Ugh.. gue semakin larut jauh dalam kenikmatan yang luar biasa ini.

Begitu terus, hingga gue merasa gue orgasme. Tapi setalah beberapa saat setelah gue orgasme, gue rasakan isapan dan permainan lidah pada batangan gue kembali membangkitkan gairah napsu gue. Batangan gue sangat reaktif dengan rangsangan itu, kembali berulang-ulang gue merasakan batangan gue yang masuk ke dalam vagina yang semakin basah. Begitu pun gue berkali-kali menjilati vagina yang ada menganga di depan gue sesuai dengan pertintah dari suara Rina atau Lia. permainan sudah berlangsung lebih dari 30 menit menurut perkiraan gue. Gue gak tau pasti karena gue gak bisa melihat jam, mata gue tertutup. Tangan dan kaki gue terikat. Tapi gue merasa ada keanehan saat gue rasakan batangan gue dimasukkan ke dalam vagina. Dari beberapa kali itu, gue ngerasa ada yang terasa sempit. Tapi perasaan itu gue tepis jaoh-jaoh karena kemudian gue berkira mungkin ini salah satu kelihaian Rina atau Lia. Gue sendiri ngerasakan orgasme sampe 4 kali. Sesungguhnya ini terasa aneh, karena biasanya gue hanya orgasme banter sampe 2 kali. Dan lagi gue rasa ini sudah berlangsung sekitar sejam. Perkiraan gue. Tapi kemudian gue ingat, mungkin karena sejenis minyak yang Rina atau Lia gosokkan di batangan gue. Gue rasa itu emang minyak karena terasa sangat kental, kemudian hangat di batangan gue. Dan lagi, rasanya batangan gue seperti tebal. Sebab saat batangan gue bergeesekan dengan dinding dalam vagina meraka susah merasakan gesekan yang asyik.. yang ada hanya rasa yang tebal di batangan gue. Pun bisa berasa nanti setelah lama digoyang dengan memek meraka.
Seluruh tubuh gue terasa lemas. Persendian gue terasa rapuh. Gila, bener-bener gila. Setelah batangan gue loyo, dan gue ngeluh ke Rina dan Lia, kalau gue gak sanggup lagi ngelayani mereka karena dan habis tenaga. Tapi yang terdengar jawaban mereka hanya cekikikan tawa.
Jelas gue heran. Ada apa ini ?
Gue merasa aneh dengan keadaan ini, gue rasa tangan yang membelai gue gak lagi 2 pasang tangan. Rasanya ada banyak pasang tangan.
Betul juga, ketika gue tanya Rina dan Lia dan gue minta mereka membuka tutup mata gue. Astaga,....ada 6 orang perempuan yang telajang di depan gue yang diantaranya adalah Rina dan Lia sendiri.
Gue gak tau lagi harus bilang apa. Gue hanya bisa terdiam setelah apa yang gue alami barusan ini. Hah.. bagaimana tidak, berarti gue talah ngelayani 6 orang perempuan secara bergantian. Dengan rasa kaget dan penasaran yang sangat besar, akhirnya gue tanya ke Rina dan Lia.
" Rina, Lia, mereka ini siapa ?" perasaang gue semakin tak karuan ditambah lagi dengan tenaga gue yang rasanya dah habis terkuras. Posisi gue masih terikat, tangan dan kaki gue masih gak bisa gue geser dari posisi seperti yang tadi. Masih terikat.
" Yang ini Lucy. Ini Diah. Itu Anny. Dan yang sebelah sana Demi." Rina menunjuk orang yang dia sebut namanya.
" Diah, Anny dan gue kost disini, elo dah tau mungkin."kata Lucy.
" Kalo Demi itu teman sekantor Rina." kata Lia menimpali.
" Andi, sorry. Sebenarnya ini semua dah gue rencanakan dengan Lia. Setelah perkenalan di bis itu. Gue cerita ke Lia kalo ada teman baru, dari kartu nama yang kamu kasi itu, Lia tau. Dan mulailah kami rencanakan ini. Gue banyak tau elo dari Lia. Kan sekantor dengan kamu, kebetulan dia suka ma kamu." begitu pejelasan Rina.

___-oO0Oo-___
-oO0Oo-

Sampai saat cerita ini gue tulis, gue belum pernah lagi berhubungan dengan Rina atau Lia. Walau Lia sekantor dengan gue, gue berusaha menghindar dari Lia, gue masih shock. Tapi gue ada rencana pembalasan buat Rina atau Lia, atau juga buat teman-teman Rina dan Lia (si Anny , Lucy atau Diah juga Demi.. tunggu gue akan balas ...!!)
Yang ingin berbagi cerita dan pengalaman gue tunggu di
hilang@hehe.com buat cewe' yang emang pengen ikutan, jangan setengah-setengah setelah gue balas email, balas juga dong kalo emang mau.
..
Sekali lagi tengkiu buat Wiro.


HASRAT DAN NAFSU
From: "---" <-------@Yahoo.com>
Date: Fri, 6 Nov 1998 06:16:50 +0700


Best storyBest storyBest storyIni adalah pengalaman unik saya sendiri yang kejadiannya masih berlangsung sampai sekarang ini. Ini benar-benar terjadi. Sebelumnya perkenalkan nama (panggilan) saya Ery, asal kota Surabaya dan sekarang masih berstatus mahasiswa sebuah PT di kota Malang. Umur saya masih 23 tahun dan saat ini sebenarnya saya baru saja lulus kuliah (tinggal menunggu wisuda). Sebenarnya awal kejadian nya baru berlangsung sejak 1 bulan yang lalu dan masih berlangsung hingga sekarang, tepatnya dimulai sekitar akhir bulan September 1998 kemaren. Keunikan pengalaman sex saya ini karena saya melakukannya dengan ibu kost teman kuliah sekaligus sahabat saya sendiri yaitu Agus (panggilan). Ibu kost sahabat saya ini sebenarnya bisa dikatakan masih muda juga, sekitar usia 34 tahun. Namanya mbak Marisa. Sudah bersuami namun seperti yang saya lihat sendiri, rumah tangga mereka tidak pernah akur. Mbak Marisa sendiri tidak pernah mengatakan ada apa sebenarnya yang menyebabkan ia tidak pernah akur dengan sang suami. Namun dari selentingan yang pernah dan sering Agus dengar ketika mereka bertengkar, intinya adalah karena keinginan mbak Marisa untuk memiliki anak, sedangkan sang suami walaupun sebenarnya bukan mandul (menurut gosip pegawai salon milik mbak Marisa) bibit spermanya lemah. Pak Herman (suaminya) katanya sudah berusaha berobat kesana kemari tetapi belum ada perkembangan yang meyakinkan. Mungkin karena keinginan yg begitu besar dari mbak Marisa inilah yang menyebabkan Pak Herman sampai kehilangan gairah sex nya lagi. Dan ini menurut Agus sudah terjadi semenjak pertama kali dia kost di tempat itu, atau semenjak 2 tahun yang lalu, karena sebelumnya memang Agus kost di kawasan kampus STIE MK. Saya sendiri baru sekitar 1 tahun yang lalu kerap ke tempat Agus yang sekarang (di kawasan perumahan Purwantoro Agung), dan saya sendiri kost dikawasan Blimbing. Dengan mbak Marisa sendiri sebenarnya saya juga barusan akrab sekitar 2 bulan yang lalu. Itu juga gara-garanya karena wajahnya yang benar2 sangat mirip dengan Esmeralda yang selalu diputar SCTV saban hari. Saya sering menggodanya dengan sebutan mbak Esmeralda Indonesia. Mbak Marisa ini asli orang Manado sehingga nggak heran wajahnya begitu cantik dan putih rada-rada indo seperti orang Manado kebanyakan. Sedang suaminya Pak Herman bekerja sebagai kapten kapal sebuah perusahaan pelayaran swasta. Sehingga dapat dibilang selama setahun hanya beberapa kali saja Pak Herman pulang ke rumah, selebihnya tentu banyak berlayar keluar negeri.
Rumah mbak Marisa ini bisa dikatakan lumayan besar dan mewah. Maklumlah pekerjaan sang Suami pasti sangat mendukung sekali dalam soal materi. Selain dibuat tempat kost, mbak Marisa juga membuka usaha Salon yang cukup maju. Sehingga bisa dibilang tempat kost si Agus ini tak pernah sepi, selain Agus masih ada 5 orang lagi yang kost di situ, kesemuanya kebetulan cewek single yang sudah bekerja semua. Si Agus memang benar2 mujur diterima disitu karena kebetulan mbak Marisa memang ingin setidaknya ada penghuni cowok yang bisa menjaga dan mengawasi rumahnya. Maklum selama Pak Herman berlayar isi rumah itu memang cewek semua. Dan mbak Marisa bukanlah orang yang begitu peduli dengan aturan budaya ketimuran. Semua tamu cowok dan cewek boleh bebas masuk bertamu (kebanyakan masuk kedalam kamar kost) asal jangan sampai diatas jam 11 malam. Perlu saya jelaskan sebelumnya tempat tinggal Mbak Marisa ini bentuknya seperti huruf U dilihat dari depan, antara tempat kost dengan rumah induk berdiri sendiri-sendiri hanya terpisahkan dengan taman dan kolam ikan yang cukup lebar, sedang ruang untuk salon kecantikannya jadi satu dengan rumah induk. Jadi tidak heran, saking bebasnya bisa dikatakan hampir saban hari tamu2 pria atau wanita entah pacar atau teman ketiga cewek tsb termasuk juga Agus leluasa bebas keluar masuk bahkan tidak jarang ada yang sampai nginap segala. Seringkali ketika mampir ke sini, sewaktu saya berjalan menuju kamar si Agus yang berada diujung belakang sendiri, di salah satu kamar cewek penghuni kost itu sering terdengar suara lenguhan atau rintihan pelan orang yang sedang asyik masyuk bersenggama ria. Kalau sudah begitu saya tinggal mencari ada nggak sendal si Agus diantara salah satu pintu depan kamar cewe2 tersebut. Kalau tidak ada berarti bukan si Agus yg sedang ngerjain cewek2 itu. Memang si Agus sekali lagi benar2 mujur. Dari kelima cewek tersebut 3 diantaranya bisa diajak ngentot (just for fun tentunya), meskipun sebenarnya mereka bukan pelacur. Edannya mereka semua juga cantik2 sekali dan berasal dari luar daerah. Tetapi dibanding mbak Marisa kecantikan mereka masih kalah, selain lebih putih mbak Marisa kelihatan jauh lebih menarik dan anggun.
Di tempat tersebut Agus sudah dikenal sebagai Ayam Jago alias tukang nidurin cewek. Sahabatku ini memang bejat dan maniak sex, 3 dari 5 cewek penghuni kamar kost tempat mbak Marisa itu sudah digarap semuanya. Salah satunya, Si Nani menurut Agus masih perawan ketika ia pertama kali menggagahinya. Aku tak bisa membayangkan sudah berapa kali temanku Agus ini menggilir Farida, Nani dan Yeni selama 2 tahun ini. Edannya .... Gratis lagi. !!!!
Andai saja mau, bisa saja aku ikut mencicipi kemulusan dan kemolekan tubuh mereka dan mereguk kenikmatan sex bersama mereka, tapi saya bener-bener ogah dapet bekasnya si Agus.
" Ogah Gus ... barang bekas pakaimu ...", teriakku ketus.
Haa ..... hhaaa ...ha ...... kalo sudah gitu dia pasti ketawa ngakak.
" Alaaa .. Ery....Ery .... munafik banget si kau ...apa bedanya friend ... khan masih mending bekas sahabat sendiri ... ha ..ha...", celetuk Agus dengan logat bataknya yg kental.
" Ogaaaaaaaaahhhhh ........"
" He...hee ... kao nggak kasihan sama Farida, ama Nani en juga Yeni .... mereka kepingin banget bisa ngerasain kejantanan kontol kau kawan ... he..hee ..."
" Kalo sama Mona atau mbak Marisa mungkin aku mau Gus .... ", kataku kesal. (Mona adalah salah satu penghuni kamar yg termasuk cewe baik2 dan paling manis menurutku)
" Haaah ... beneran nih Er ... he..he ... rayuanku aja belum berhasil Er ...mmm .... Terus terang aku pengen sekali menidurinya .... He...he ..."
" Edaan ... masih mau nambah juga .... awas kau Gus...", ujarku kesal. Terus terang kadang aku sendiri kasihan juga dengan Farida, Nani atau Yeni yg cantik.... Kok mau-mau nya digarap Agus yg notabene udah item kaya pantat panci ... gendut lagi (Agus memang postur tubuhnya rada gendut dan berkulit agak kehitaman karena sering keluyuran)

Sore itu selesai bimbingan skripsi aku langsung mampir ke tempat Agus hendak pinjam film VCD nya yg katanya baru dibelinya kemaren. Ia memang kolektor film2 bioskop. Saat itu suasana tempat mbak Marisa sedikit lebih sepi dibanding biasanya. Salonnya pun sudah ditutup. Kamar mbak Marisa kulihat dari seberang taman kelihatan gelap karena lampunya dimatikan. Mungkin sedang pergi pikirku. Aku bergegas menuju ke kamar Agus yg berada di ujung belakang dan kulihat pintu kamarnya sedikit terbuka dan lampunya dihidupkan. Aku sudah hendak menerobos masuk untuk ngagetin dia karena aku tahu Agus orangnya gampang kagetan dan penakut namun niatku segera kuurungkan ketika didepan pintu kamarnya kudengar ada suara erangan dan rintihan wanita.
Siall ... pikirku. Sore-sore begini mau Maghrib bisa-bisanya ......Agus sedang ...
Dari suara erangannya aku bisa menduga itu pasti si cantik Farida yg sedang digarapnya.
" Ooouuuhhh .... Guusss ... nnngggghhhhh ...... nnnngggghhhhhhhhhhhhhhgggggg ....."
Syittt .... Bisikku. Si Farida tampaknya pas lagi orgasme.
" Nnnnnnngggghhhh ..... ooouuuuuhhhh ....Guss .....nnnggggngggghhh....."
" Enaak khan Rida ....", bisik Agus terdengar dengan napas memburu. Keliatannya dia belum enjakulasi.
Penasaran juga aku mendengarnya, mau tak mau alat vitalku tegang juga. Gimana-gimana sebenarnya aku kepingin juga bisa ngerasain yg rasanya senggama. Saya memang masih perjaka ting-ting dan saat ini bahkan belum punya pacar sama sekali. Lucu memang, terus terang menurut orang saya ini tergolong sangat tampan, dan saya pun menyadari itu, banyak cewek2 cantik yg sebenarnya naksir tapi saya lebih senang menghabiskan waktu di Cyber Cafe surfing internet atau kalo tidak kongkow ke tempat Agus saban waktu, daripada cari pacar. Selain kata orang sangat tampan, tubuh saya sangat atletis karna saya juga rajin fitness dan olahraga, tinggi tubuh saya 172 cm, warna kulit sawo matang dan kalo boleh saya sebutkan juga ukuran alat vital saya panjang kurang lebih 16,5 centi.
Dengan rasa penasaran saya mencoba mengintip dari celah pintu kamar Agus yang sedikit terbuka. Astaga .... Selama ini baru pertama kali ini saya melihat Agus ngerjain cewek. Untung kebetulan posisi senggama mereka agak sedikit membelakangi pintu kamar. Dan kulihat Agus dgn posisi setengah berdiri (dog style) sedang menggarap tubuh bugil Farida yang tidur setengah menelungkup diatas tempat tidur, pinggul Farida kelihatan begitu padat, putih mulus dan seksi sekali. Sambil memeluk sebuah guling Farida menunggingkan pantatnya kearah tubuh Agus yg juga telanjang bulat. Kulihat betapa buasnya si Agus mengayuh pinggulnya kedepan belakang menghunjamkan batang penisnya yg ternyata berwarna coklat kehitaman kedalam liang kemaluan milik Farida yg berwarna putih kemerahan. Aku benar2 kagum dengan bentuk bukit kemaluan milik Farida itu. Besar montok dan berjembut lebat kehitaman. Sedang liang vaginanya yg merah itu kelihatan masih sempit, terbukti dengan ketatnya jepitan daging vaginanya saat menjepit batang penis milik Agus yg ternyata relatif kecil (mungkin diameternya cuman 3 centi saja), saya tidak menyangka penis si Agus sekecil itu. Daging liang vagina milik Farida itu sampai tertarik keluar begitu Agus menarik batang penisnya yg hitam panjang itu keluar sebelum dihunjamkannya kembali dengan buas sampai kandas ke liang kemaluan Farida.
" Oooooouuuuhhhhh ..nnnnggggghhhhh ..... enaaak sekali Guss ....nnngggghhhh .... Yaaahhhhh ...... oowwwwwwwooowww ........", rintih Farida penuh kenikmatan.
" Yeeaaaahh ... ", teriak Agus gemas melihat Farida sedang mereguk kenikmatan orgasmenya, digoyangkannya dengan membabi buta pinggulnya ke depan belakang, batang penis milik Agus yg kehitaman itu tampak basah berlendir ketika berulang kali dihunjamkan keluar masuk ke dalam liang vagina Farida yg terlihat sempit mungil itu. Kontras sekali rasanya melihat tubuh Farida yg bahenol putih mulus dengan pinggulnya yg seksi aduhai sedang disetubuhi oleh tubuh Agus yg hitam sedikit gembrot. Persis orang negro sedang ngerjain cewe bule.
Edaan sekali ketika pada akhirnya kulihat tubuh Agus kelihatan bergetar hebat, goyangan pinggulnya bergerak semakin cepat seperti piston sambil mulutnya menggeram hebat.
" Aaaaaaaaarggghhhhhhhhhh ........ yeeaaaaahhhh ....... aaaagggkgkgkggghhhhhh ....." pekik Agus keenakan. Gila pikirku, rupanya Agus sedang meregang melepas enjakulasinya.
" Ridaaaa ... aaaahhhggggggkkkgggffffhhh ...... maniiiku keluuuaar ..... yyaaahgghhh ..aaaggghhh ...."
Aku mendelik gemas melihat tubuh Agus menggeliat-geliat keenakan mirip cacing kepanasan, sementara pinggulnya dihentak-hentakkan dengan kuat ke pantat Farida yang montok seksi. Aku membayangkan Agus sedang memuntahkan air maninya yang kental ke dalang liang vagina Farida yg terlihat sempit itu. Edan pikirku ... tidak pake kondom lagi si Agus, gimana kalo Farida hamil.
Tanpa terasa alat vitalku jadi tegang ngaceng membayangkan puncak kenikmatan yg sedang Agus alami.
" Aaawwww .... aaawww .....Gus ... pelan-pelan dong .... vaginaku sakit .... Guss .... aawww .... Iiiihhhh .... Gussss ... kok .. manimu dikeluarin di dalam sih ... ", pekik Farida kesakitan setengah protes karena si Agus memuntahkan air maninya ke dalam tubuh Farida. Tapi Agus sama sekali tak peduli, sambil terus menggeram hebat dan meregang keenakan terus dihentak-hentakkannya dgn kuat pinggulnya menghantam pantat Farida, sembari mengeluar masukkan batang penisnya yg sedang meledak memuntahkan air mani ke dalam liang vaginanya. Jemari kedua tangan Agus yg kekar begitu kuat memegangi pinggang Farida hingga cewe cantik itu tak bisa bergerak sama sekali.
" Aduuuuhhhh ... Gus .... sakkiiiitt ... aawww .... kok dikeluarin di dalem sih ..... iihhh ... sudah ..Gus ... sudah ... iihhh ... aku bisa hamiil gus ....iihh kentaalnya ....aaawww ..", pekik Farida semakin kesakitan.
Gilaaa ... si Agus pikirku. Mau enaknya aja dia. Aku tak tahan menyaksikan adegan merangsang itu lebih lama lagi.
Setengah berlari aku menuju ke kursi taman disamping kolam ikan yg persis berada ditengah2 komplek rumah mbak Marisa itu. Kuhempaskan pantatku diatas kursi panjang yg tepat berada dibawah lampu taman. Suasana senja itu semakin bertambah temaram. Aku mencoba menghapus bayangan2 hot yg mungkin masih berlangsung di kamar Agus. Sambil menunggu mereka selesai main, kurenggangkan otot-otot dan perasaanku sendiri yg sempat tegang tadi. Alat vitalku masih sedikit ngaceng membayangkan kejadian hot tadi.
Dan tanpa terasa 10 menit telah berlalu ....
Namun kulihat pintu kamar si Agus masih belum juga terbuka menandakan kedua insan bejat itu masih berada dalam kamar. Aku mulai heran ngapain aja si Farida lama-lama disitu ... khan tadi sudah sama-sama puas. .... Atau barangkali mereka masih teler keenakan dan tertidur disitu .... Waaah sialan ... jadi obat nyamuk nih aku. Kenyataanya memang saat itu tubuhku mulai gatal-gatal dikerumuni nyamuk.
Ketika aku hendak memutuskan untuk balik pulang saja tiba-tiba kurasakan ada seseorang yg menepuk pundakku dari belakang.
" Heii ... dik Ery ...!"
Aku terhenyak kaget dan menoleh ke belakang. Oooohhhh ... aku mengelus dada lega. Ternyata mbak Marisa yg datang.
" Eeeeh ..... Mbak Esmeralda ... bikin kaget aja mbak ...", ujarku lega.
" Kok ada disini dik Ery ...si Agus kemana ... apa sedang keluar..?", tanyanya sambil tersenyum manis padaku. Duuh ... wajah mbak Marisa ini bener2 cuaaaaantiiiknya selangit .... nggak heran kalo banyak yg naksir ... termasuk juga aku ... he...hee....
" Ngghhh ... anu ..mbakk ....ada siihh ....sedang ...nggggg..", sahutku bingung harus mengatakan apa kepada mbak Marisa tentang si Agus .... Masa aku harus bilang dia sedang maen kuda-kudaan dengan Farida.... Hee...he...
" Sedang apa ....?", tanya mbak Marisa sambil memandang heran melihatku rada gugup. Namun sejenak kemudian kulihat mukanya yg cantik mempesona itu bersemu merah ...
" Ooohhhh ....", ujarnya lirih.
" Kenapa mbak..?", tanyaku setengah heran melihat perubahan roman mukanya yg tiba-tiba itu.
" Nggak pa-pa .... Saya ngerti kok ...!"
"Ngerti apa sih mbak..?", tanyaku masih kurang paham.
" Alaaaa ... kamu ini dik Ery ... pura-pura lagi ... yaah ... mbak sudah tahu kok dari dulu ...", sahutnya pelan sambil tersenyum manis kembali.
" Tahu apa sih mbak ...?", tanyaku makin bingung. Aku memang benar-benar nggak ngerti arah pembicaraannya.
" Iiiiih .... hik..hik.... dik Ery ini .... itu yang dik Ery liat tadi di kamar si Agus ...", ujarnya tanpa basa-basi lagi.
Deggg ... aku kaget juga mendengarnya. Ternyata mbak Marisa sudah mengetahui perselingkuhan yg terjadi di tempat kostnya ini.
" Mbak ... su ..sudah tau ...", tanyaku pelan setengah malu2.
" Sudahlah dik Ery ... mereka toh sudah dewasa semua .... biarkan mereka sendiri yg menanggung segala resikonya .... Mbak bisa mengerti .... boleh saja ... asal jangan bikin ribut saja ... yuk masuk ....dik Ery tunggu dirumah mbak saja ... yukkk ...", ujarnya kemudian sambil mengajakku masuk kerumahnya lewat pintu belakang.
Bagai kerbau dicocok hidungnya. Aku manut saja ketika jemari tangannya menggamit lenganku. Kami berjalan berdampingan menuju kepintu belakang rumahnya. Ada rasa bangga tersendiri melihat nyonya rumah yang cantik bak bidadari itu menggandengku seperti seorang istri terhadap suaminya. Memang semenjak 2 bulan yg lalu aku sudah sangat akrab sekali dengan mbak Marisa ini, gara2nya aku sering menggodanya dgn sebutan mbak esmeralda ... dan iapun kelihatan malah senang sekali dipanggil seperti itu karena selain cantik wajahnya juga mirip sekali dgn esmeralda yg di TV itu. Gara2 itu jugalah ia sering mengajakku mengobrol berdua apabila kebetulan si Agus sedang keluar. Dari masalah politik sampai ekonomi, dari masalah salon sampai soal keluarganya di Manado pernah kami obrolkan. Ia memang sangat terbuka dalam segala hal, kecuali satu masalah rumah tangganya. Dan khusus kepadaku sajalah mbak Marisa betah lama2 mengobrol. Terkadang ia sering cemberut kalo aku permisi hendak menemui si Agus yg baru datang dari kuliah atau hendak pamit pulang. Kalo sudah begitu ia pasti menanyakan kapan datang lagi. He...he ... padahal hampir saban hari aku datang ngendon di kamar Agus, dia sendiri saja yg terlalu sibuk dgn urusan salon kecantikannya.
" Heh ..kok ngelamun ... ntar nabrak pintu lho .... hi ..hi ..."
" Eeehh ... nggak kok mbak sapa bilang ....?", sahutku gugup.
Mbak Marisa menatapku sambil tersenyum semakin manis.
" Ngelamunin apa sih Er ... atau kamu kepingin yaa .. !", bisiknya perlahan.
Aku sedikit kaget juga mendengar ucapannya yg to the point itu. Aku jadi teringat nasehat sinting si Agus, katanya kalo seorang wanita sudah berani ngomong sedikit nyerempet2 soal sex ... itu berarti 50 % ia sudah mau untuk ditiduri, 50 % sisanya tinggal mampu nggak kita merangsangnya dengan sejuta rayuan .... kalo berhasil pasti takluk ...
Edaan ... entah kenapa aku begitu ingin membuktikan teori gila si Agus ini .....
" Kepingin sekali mbak ...", ujarku pura2 bloon. Sambil bicara begitu aku pura-pura mengalihkan perhatianku ke pintu kamar Agus yg masih tertutup. Aku sedikit khawatir mbak Marisa akan marah dengan ucapan ngawurku ....
Namun ternyata tidak ada sahutan sama sekali darinya. Tanpa menatapnya aku terus melangkah ke dalam ruang tengah dimana disana terhampar sebuah karpet tebal dan lebar dengan beberapa buah bantal besar dan kecil untuk tempat istirahat ataupun bersantai sambil menonton TV. Aku langsung duduk selonjor diatas karpet, sementara mbak Marisa minta ijin kebelakang dulu. Di tempat inilah sejak 2 bulan yg lalu saya bersama mbak Marisa biasa mengobrol sampai terkadang lupa waktu. Banyak pegawai salon mbak Marisa yg terkadang juga ikutan nimbrung apabila langganan sedang kosong. Dari 5 pegawainya yg kesemua cewek ada 2 orang yg usianya hampir sebaya saya yaitu Santi dan Silvi, selebihnya sebaya dengan mbak Marisa (Diana, Erna dan Sherly). Kesemuanya cantik-cantik sekali dan bahenol. Mbak Marisa memang pandai memilih pegawai2 nya untuk lebih menarik calon pelanggannya, apalagi kalo yg datang itu kaum pria. Sudah bukan rahasia lagi kalo sama-sama cocok salah satu pegawai mbak Marisa ini bisa di booking. Tetapi setahu saya juga tidak semuanya, menurut Agus yg bisa di booking cuman Sherly, Santi dan Erna saja, sedang yg lain tidak. Lucunya meskipun demikian, sekalipun si Agus belum juga berhasil mengajak salah satu dari mereka untuk bermain cinta. Kalo aku tanya apa sebabnya, Agus pasti cuman bisa nyengir kuda ... he..he ... mungkin gara-gara postur tubuhnya yg udah item gembrot lagi.
Menurut cerita Agus, ia pernah mencoba merayu Santi untuk diajaknya main kuda-kudaan di kamarnya, tetapi ia malah dikasih hadiah tempeleng, dan katanya ia bersedia diajak begituan kalo yg mengajaknya adalah saya ... waaah ... mendengar itu saya sempat ngaceng juga .. tapi waktu itu terus terang saya takut kehilangan keperjakaan saya apalagi saya juga takut sama cewe yg agresif. Begitulah semenjak itu Agus rada2 mikir kalo mau ngajak 'main' pegawai salon yg lain. Jangankan begitu, masuk ke ruang tengah rumah mbak Marisa seperti yg kulakukan sekarang inipun Agus tidak berani .. he ....he..
Memang semenjak 2 bulan ini aku seolah sudah begitu dipercaya 100 %, mbak Marisa malah menyuruhku untuk jangan sungkan jika berada rumahnya, bahkan tidak jarang pula ia mengajakku makan siang bersamanya kalo kebetulan pas aku berada disana sedang Agus belum juga datang dari kuliahnya. Banyak pegawai salonnya yg ngiri melihatku begitu di servis lebih dibandingkan mereka sendiri yg notabene adalah karyawan disitu sedang aku khan cuman temannya si Agus yg nge-kost disitu. Kalo sudah begitu biasanya selagi mbak Marisa beresin piring ke belakang, maka mbak Sherly, mbak Erna atau Santi pasti serentak menghampiriku sambil mencubit pinggangku gemas ...
" Iiiiiihhhhh .... enak yaa kamu Er ... kita-kita aja belon makan ...kok kamu udah kenyang duluan .... Iihhh... aku cubit nih ...iiihhhh ..."
Diperlakukan begitu aku cuman bisa pasrah saja, tidak jarang Sherly tanpa malu-malu malah sampai meremas pantatku dgn gemas .... He ...he .. coba saja berani pegang batang pelirku ... dijamin langsung ngaceng ... mungkin malah aku mau-mau aja kalo Sherly sampai meng-onaninya sekalian he...he...
Terus terang pula semenjak 2 bulan ini Sherly maupun Erna kerap menelponku kerumah agar aku mau mengantarnya ke diskotik atau sekedar menemaninya nonton ke bioskop, tetapi kebetulan sekali karena kesibukanku menyusun skripsi aku pura-pura tidak bisa memenuhi permintaan mereka, aku curiga pada akhirnya nanti mereka mengajakku untuk nge-sex, padahal aku nggak biasa dgn hal seperti itu. Seandainya kalo Silvi yg menelepon pasti aku langsung oke-oke saja, karena aku tahu Silvi selain paling muda dan paling cantik ia juga lebih pendiam dan sopan. Menurut pengamatan Agus, Silvi menurutnya masih perawan dan belum pernah dijamah laki-laki.... entahlah aku tidak ahli dalam hal ini dan entah kenapa juga aku percaya dengan omongannya soal yg satu ini.
" Heh .... dik Ery ini kok ngelamun lagi ... nanti jadi kebiasaan lho ...hik...hik ..."
Ucapan mbak Marisa ini cukup mengagetkan juga dan sekaligus menyadarkanku kembali dari lamunan. Aku tersenyum malu, dan kulihat ia membawa nampan berisi 2 cangkir kopi panas untuk kami berdua. Wajahnya yg cantik seolah semakin cantik saja didalam ruangan ini, entah mungkin karena aku sendiri yg sedang terpesona oleh kerupawanan wajah bidadarinya itu atau mungkin karena gaun yg sedang dikenakannya yg membuatnya jadi semakin mempesona. Saat itu aku baru menyadari kalo ternyata mbak Marisa mengenakan gaun tidur panjang berwarna coklat susu sampai kemata kakinya. Bisa kubilang kain gaunnya itu cukup tipis sekali sehingga tidak heran apabila BH dan celana dalamnya secara samar terlihat cukup jelas. Namun karena kebetulan BH dan Celana dalamnya juga sewarna dengan gaun tidurnya maka kalo dilihat sepintas seperti menjadi satu dengan gaun tidurnya itu. Sejenak mataku terpaku pada gundukan kembar didadanya yang kelihatan besar membukit. Uuggh ... aku jadi teringat peristiwa di kamar Agus tadi, ketika buah dada Farida yg besar montok dengan putingnya yg berwarna coklat kemerahan diremas-remas gemas oleh Agus dari sebelah belakang sementara ia menggoyang pinggul maju mundur mengeluar masukkan batang penisnya yg hitam menggesek lubang vagina Farida yang sempit. Fiiuuh .... Kubayangkan betapa asyik dan nikmatnya seandainya aku dapat melakukannya bersama mbak Marisa ini, aku akan senang melepas keperjakaanku bersamanya.
" Mbak kok repot-repot sih ...", ujarku pelan, sembari terus memandangi kedua bulatan payudaranya yg besar menantang itu penuh nafsu, ketika ia menaruh nampan berisi 2 cangkir kopi itu didepanku otomatis ia duduk setengah berlutut dan sedikit membungkuk mau tidak mau gaun tidurnya yg sebelah atas agak tersingkap kebawah persis dibagian bawah lehernya.
Uupss ... aku berujar lirih setengah melongo saat menyaksikan dua gumpalan besar dari balik gaun tidurnya yg tersingkap itu. Walaupun masih tertutup BH namun karena payudaranya yg putih mulus dan montok itu begitu besar, sehingga seolah kubah BH nya jadi tak cukup untuk membungkus payudara raksasa milik mbak Marisa itu. Waahh ... pokoknya sampe menuh-menuhin bungkusnya deh ...
" Kamu lihat apa Er ...?", kembali tiba-tiba mbak Marisa menyadarkanku kembali dari lamunan dan pikiran ngeresku.
" Eeeh ... a...ng ..nggak papa kok mbak....", sahutku gugup. Aku benar2 tidak mengira ia mengetahui semua perbuatanku. Malu sekali rasanya saat itu.
" Ehem ... ada yg salah dengan pakaianku Er ...", tanyanya lagi kepadaku. Pandangan matanya yg ditujukan kearahku seakan menyelidik meskipun sama sekali tidak kelihatan marah.
" Ngg ... nggak kok mbak....?", sahutku makin gugup.
" Terus tadi mbak perhatikan kamu kelihatan serius ngeliatin mbak ...?", tanyanya terus mengejar.
Aku berusaha sedapat mungkin menenangkan perasaanku yg kalang kabut tak karuan. Bagaimanapun aku risi juga bila ia mengetahui ketidak jujuran ucapanku.
" Mmm ... nggak ada apa-apa kok mbak ... cuman ...mm ....mbak Marisa kelihatan sangat cantik sekali malam ini ...", ujarku spontan. Lebih baik aku memujinya daripada harus berterus terang hal yg bukan-bukan.
" Iiiih ... kamu bisa aja Er .... makasih deh ..", katanya pelan. Eits ... untung ternyata ucapanku manjur juga. Pipinya yg putih mulus itu bersemu merah menambah kecantikan wajahnya yang alami. Aku jadi semakin berani.
" Bener kok ....mbak Marisa kelihatan cantiik sekali ... andai saja saya punya pacar seperti mbak ... ", ujarku kemudian semakin percaya diri.
" Iiiihhh .... hik...hik.. kamu ini ... bisa juga yaa ngerayu ... memangnya masa kamu belum punya pacar sih .."
" Sekarang sih lagi pendekatan mbak ...."
" Oh ..yaaa ...."
" Iyaa .. orangnya cantiik sekali seperti mbak Marisa ....."
" Masaa ... mbak boleh dikenalin nanti ...."
" Boleh ... namanya Esmeralda ..."
" Haahh .."
Semula mbak Marisa kelihatan agak bingung namun sejenak kemudian ia ketawa setengah ngakak. Sambil mengambil duduk persis disebelahku jemari tangannya yg halus lentik mencubit gemas pinggangku. Aku tak sempat menghindar dan cubitannya benar2 sakit sekali. Aku menggeliat dan memekik kesakitan sambil berusaha melepaskan diri dari cubitannya, namun mbak Marisa sama sekali tak mau melepaskannya sembari terus tertawa makin keras. Baru kali ini aku melihatnya bisa tertawa lepas bahagia seperti itu.
" Auuuwwww .... sakit mbak ...", teriakku keras.
" Hik ...hik ....biarin ... tau rasa kamu ... ngebohongin mbak .."
Sial ... cantik sekali mbak Marisa ini. Saat itu begitu dekat sekali mukaku dengan wajah bidadarinya itu, sampai hembusan nafasnya yg harum bahkan bau badannya yg wangi begitu memabokkan perasaanku. Darah perjakaku seakan bergolak, nafsu birahiku spontan naik 'over voltage', alat vitalku tanpa dikomando langsung menegang keras ...NGACENG !!... , Duh Gusti ... apa yg sedang terjadi padaku ini, aku terbuai sudah dengan segala kesempurnaan yang ada pada diri mbak Marisa .. kecantikan wajahnya, keseksian tubuhnya, keharumannya .... seakan lupa diri saat tanpa dapat kucegah lagi kedua tanganku meraih pinggangnya yang seksi itu lebih dekat kearahku. Tak kuhiraukan lagi betapa sakit cubitan jemari tangannya tadi.
" Mbak ...kau cantik sekali ...", bisikku tanpa sadar. Sejenak Marisa sedikit kaget menyadari apa yg sedang kulakukan terhadapnya.
" Eehh .. Ery ... ada apa ...", bisiknya pula seakan tak mengerti.
Pelukan kedua tanganku ke tubuhnya semakin bertambah erat. Ooouuhh .... Bisa kurasakan betapa halus dan mulusnya kulit tubuhnya dari balik gaun tidur tipis yg tipis. Seakan begitu cepat dan ringan saja ketika kedua tanganku yg kekar telah meraih tubuhnya dan dalam sekejab telah berada diatas pangkuanku. Kedua bulatan pantatnya yang montok seksi itu mendarat persis diantara kedua pahaku. Batang penisku yg ngaceng seakan tergencet nikmat diantara sela-sela belahan pantatnya yang padat dan lunak.
Oooouggghh ....nikmatnya ....
" Erryyyy .... ada apa ...", pekiknya kaget melihat dirinya telah berada didalam pelukanku.
" Mbak ..... aku menyukaimu ....a..ku ...ingin bercinta denganmu ....", bisikku tanpa sadar. Seakan nafsu telah menutup semua akal sehatku.
" Iiiiiihhhh .... apaa .... gilaa kamu Er ", .....dan plaaakk ...
Sebuah tamparan keras tangan kanannya mendarat telak dipipiku. Anehnya aku seolah tak merasakan apa-apa ... aku cuman menoleh sekilas lalu kembali memandang wajah cantiknya yg kini hanya berjarak tak lebih dari 20 centi saja. Pandangan matanya tampak berapi-api ... bibirnya tampak bergetar seolah menahan kemarahan ... hidungnya mendenguskan nafas yg sedikit memburu ....
What the hell .... apa yg terjadi ...terjadilah ... sudah terlanjur ... dan aku tak akan mundur, bahkan pikiran gilaku mengatakan untuk memperkosanya saja jika perlu.
" Aku mencintaimu Marisa .... Sungguh ...", bisikku pelan seakan membela diri.
Sedetik ... dua detik ... sampai mungkin hampir satu menit ... kami berdua hanya saling berpandangan satu sama lain. Tidak ada gerakan ... tidak ada perlawanan darinya. Tubuhnya masih berada dalam pelukanku. Wajah cantiknya itu terlihat sedikit pucat dan pandangan matanya tak segarang tadi. Bibirnya yg begitu indah merah merona tanpa lipstik kini terkatup rapat.
" Maafkan aku Marisa .... aku sungguh ingin bercinta denganmu ..."
" Ka ...kamu gila Ery ... sadarkah kamu ... aku sudah bersuami Er ... dan ... k ....kau .... ingin bermain cinta ...sadarkah kamu Ery ...", bisiknya lemah.
Dari sikap dan ucapannya itu seolah aku bisa menduga apapun yg aku lakukan terhadapnya tampaknya ia sudah siap menerima. Terlihat semenjak pertama kali aku memeluk tubuhnya sampai membawanya kedalam pangkuanku Marisa sama sekali tidak melakukan perlawanan sedikitpun. Itu berarti ia sebenarnya mau saja kusetubuhi.
What the hell ... ia bersuami atau tidak ... ada orang yg tahu atau tidak, yg penting aku akan menggelutinya malam ini sampai puas, aku akan menyenggamainya seperti ketika Agus menyetubuhi Farida, akan kumuntahkan air maniku sepuasnya kedalam tubuh mbak Marisa ini. Malam ini akan kulepas status perjaka ting-ting ku.
" Apapun yg terjadi Marisa ... aku mohon lupakanlah suamimu untuk malam ini .... anggaplah aku suamimu malam ini .... jadilah istriku malam ini Marisa ... ", bisikku semakin ngelantur terbawa oleh nafsu.
" Ja ... jangan Ery ....", bisiknya semakin lemah.
Aku tersenyum penuh kemenangan mendengarnya ... I wanna fuck you Marisa ... and I wanna fuck you until you pregnant .....
Secepat kilat kudekatkan mukaku ke wajah cantiknya ... oh .. Esmeralda-ku ... sekali lagi tidak ada perlawanan sedikitpun ketika mulutku menyentuh bibir merahnya yang terasa begitu hangat dan lunak. Mmmm .... Aku mulai mengulumnya sepenuh perasaan .. menikmati kelembutan kedua belah bibirnya yang hangat. Kedua hidung kami saling bersentuhan mesra. Dengusan nafasnya yang harum sedikit memburu. Sejenak aku terbuai dalam alam kenikmatan yang baru pertama kali ini kurasakan. Kukecup kedua belah bibirnya sebelah atas dan bawah secara bergantian. Terasa ada balasan walaupun sedikit ragu. Aku tahu mbak Marisa mengiginkan belaian dan cumbuan lelaki.
Ketika lidahku yang panas kujulurkan masuk kedalam mulutnya yang indah, akhirnya ia pun membalasnya mengulum mesra penuh perasaan dengan kedua belah bibirnya yang hangat lunak.
Mmmmm .... terasa nikmat .... aku semakin terbuai ke alam sorga ...
Sejenak kemudian kulepaskan kecupan dan cumbuan mulutku dari bibir Marisa. Kupandangi wajah cantiknya yg kini kelihatan seolah semakin cantik, tidak ada rona kemarahan di wajahnya, bibirnya yang basah sehabis kukulum tadi kini tersenyum manis sekali ..., kedua bola matanya yang indah kini menatapku malu-malu.
Aku tersenyum penuh gairah ...
" Jangan menyembunyikan keinginanmu yang terpendam Marisa ... aku tahu kau merindukan belaian laki-laki ... kau butuh pemuasan sex yg selama ini tidak pernah kau dapatkan ... aku akan memuasimu malam ini Marisa ...", ujarku perlahan sok tahu.
" K.. kau sudah gila Er ...", sahutnya sambil tersenyum sedikit ragu. Duh .. cantiknya dia.
" Sudahlah sayang ..... Kita nikmati saja malam yang dingin ini ...", bisikku semakin edan.
Perlahan kurenggangkan pelukanku pada tubuh Marisa lalu kuangkat dan kurebahkan tubuhnya yang montok seksi itu diatas karpet tebal miliknya itu bersandarkan sebuah bantal untuk menyangga kepalanya. Rambutnya yang panjang terurai kukecup mesra dan sekali lagi kukecup kembali bibirnya yang indah menawan, kali ini Marisa membalasnya dengan kecupan yang tak kalah mesra.
Akhirnya kami berdua tertawa kecil menikmati suasana indah nan romantis yang tak ternyana ini.
Lalu aku berdiri dihadapan tubuh mbak Marisa yang masih tergolek pasrah diatas karpet.
Wajahnya yang rupawan bak bidadari itu tersenyum kecil, kedua matanya menatapku dalam-dalam seakan mengagumi ketampanan wajah dan tubuhku yang atletis.
Dengan perlahan tapi pasti jemari tanganku mulai membuka kancing kemejaku satu persatu
sampai terbuka lalu dengan cepat kulepas dan kulempar sekenanya kebelakang.
Marisa tersenyum geli melihatku.
" Aku tidak menyangka sama sekali Er ... kalo malam ini ada laki-laki yang telah begitu beraninya telah menyentuh tubuhku ... bahkan malah nekat hendak menyetubuhiku ... suamiku sendiri sudah lebih dari 4 tahun ini Er ....tak pernah kuijinkan lagi menyentuh tubuhku ..."
" Kenapa Marisa ...?", tanyaku heran, sembari melepas kaos singletku.
" Aku tak mau disetubuhi laki-laki mandul ...", ujarnya terdengar sedikit serius. Gilaaa ...pikirku. Mungkin mbak Marisa ini sudah kebelet ingin punya anak. Aku tersenyum.
" Saya bisa membuatmu hamil Marisa ... saya bisa memberimu keturunan ...", sahutku gemas.
Marisa tersenyum makin manis. Edaan ... perasaanku wajahnya kelihatan makin cantik saja.
" Baiklah ... lakukanlah Ery ... hamili aku ...", bisiknya penuh gairah.
" Siapa yg akan bertanggung jawab Marisa ...", tanyaku sedikit khawatir juga kalo sampai membuatnya hamil dan ia akan menuntutku.
" Hamili saja aku Ery ... itu anakku dan suamiku ... sejujurnya ia sendiri yg mengusulkan ide gila ini setahun yg lalu ... agar aku tidur dengan laki-laki yang kusukai .... hehhh ... sejak semula kurasa memang laki-laki itu kamu Ery ...", ujarnya semakin bergairah.
Waaah .... edan juga suaminya ini, bisa-bisanya dia menyuruh isterinya tidur dengan pria lain hanya demi untuk sekedar mendapatkan anak... gilaaa ...
Aaaah ... sekali lagi what the hell ....

Kini aku telah bertelanjang dada dan kulihat mbak Marisa menatap kagum bentuk tubuhku yg atletis bahkan lenganku yang besar kelihatan berurat karena terlalu banyak latihan beban yang berlebihan.
Dengan tak sabar segera kubuka sabuk celana dan ritsleting celana katun coklatku. Lalu dengan cepat kuplorotkan kebawah sampai lepas dan kulempar sekenanya kebelakang.
Marisa tersenyum makin geli melihat tingkahku.
" Iiiihh ... kamu nafsu sekali Ery ... hik...hik...", katanya setengah tertawa kecil. Namun sejenak kemudian wajahnya langsung memerah ketika celana dalamku mulai kuplorotkan ke bawah sehingga batang penisku yang sudah sangat ngaceng sepanjang 16,5 centi itu langsung mengacung keluar dengan gagahnya.
Wuuushhhhh ...... toooiiing .....lalu manggut-manggut naik turun.
" Woowww ... hik ..hik .. ", Marisa memekik kecil melihat adik kandungku yang sangat perkasa ini. Rruaar biaasaa .... ,kebetulan sudah sebulan ini aku tidak melakukan onani ... dan aku tidak bisa membayangkan sudah berapa banyak air maniku yang tersimpan dalam kantung zakarku. Tetapi yang jelas dari kebiasaan onaniku yang paling tidak seminggu sekali bisa menyemburkan sampai 12 kali muncratan air mani atau mungkin sekitar 1 lepek kecil. Jadi kalo sebulan yaa.... bayangin sendiri saja ...
Setengah malu-malu Marisa menatap alat kejantananku yang sudah siap untuk mengoyak-oyak liang kemaluannya. Aku jadi makin tambah ngaceng saja membayangkan enaknya dijepit liang vagina mbak Marisa ini.
" Saya masih perjaka mbak ....", bisikku terus terang kepadanya.
Mbak Marisa tersenyum setengah malu-malu. Kedua pipinya masih bersemu merah.
" Mmm ... aku tau Ery ... aku percaya kamu masih perjaka ...", sahut Marisa setengah serak.
" Mbak tau ....bagaimana?.. ", tanyaku heran juga.
Marisa hanya tersenyum kecil.
" Itu salah satu rahasia wanita ...dan tidak semua orang tahu Ery ..", katanya lagi setengah menggoda.
" Ajari saya bermain cinta mbak ....", pintaku makin bernafsu.
Marisa tersenyum lebar lalu ia bangkit dari tidurnya dan berdiri sekitar 2 meter dari hadapanku.
" Oke ... aku akan membuatmu menyesal tidak melakukan hal ini sejak dulu Ery ... aku akan memberimu kenikmatan sorga dunia yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya ....mmmm .... Sekarang berbaringlah di karpet Er ... aku akan mengajarimu bermain cinta ...mmm ...", sahutnya pelan setengah berbisik, wajahnya yang cantik itu kini sekarang seolah ingin menelanku.
Wuuuiiiikkk ... mendengar ucapannya yang tak kunyana dan sangat merangsang itu batang penisku yang sudah ngaceng jadi semakin gerah tak karuan ... montang-manting tak bisa diam ... urat-urat disekujur batang kontolku itu sampai menyembul keluar semua, bahkan kepalanya yang sebesar sawo manis itu sampai merah kepingin segera masuk ke sarang perawan eh ...
Melihatku masih belum juga rebah, mbak Marisa jadi gemas ia maju selangkah lalu dengan cepat ditamparnya alat vitalku yang sedang ngaceng cukup keras .... Plokk ... sebelum akhirnya ia mendorong tubuhku sampai rebah terlentang diatas karpet. Pasrah ... dan ngaceng ...!!!
" Aawww ... mbak ... sakiit dong ...", bisikku lemah seolah tak bertenaga melihat batang penisku yg baru ditamparnya itu sampe merah dan montang-manting tak karuan.
Selanjutnya aku hanya bisa mendelik makin ngaceng melihat mbak Marisa secara perlahan-lahan mulai membuka kancing gaun tidurnya sebelah atas. Hanya 3 buah kancing ketika dengan gayanya yang menggairahkan ia mulai melepas pelan-pelan dan begitu gaun itu terlepas dari pundaknya yang putih mulus secepat itu pula gaunnya runtuh ke bawah ...sruuttt ....
" Woooowwww.....", aku mendesah kaget lalu melongo terkagum-kagum menyaksikan keindahan tubuhnya yang begitu putih bersih, mulus dan seksinya luar biasa. Buah dadanya yang juga putih montok terlihat begitu sangat besar tersembunyi dibalik BH mungilnya yg berwarna coklat susu. Seperti mau meledak saja payudara mbak Marisa ini saking besarnya. Begitu montok dan sama sekali tak terlihat kendor. Aku tak sanggup membayangkan nikmatnya seandainya batang penisku kujepitkan diantara kedua buah payudara raksasanya itu lalu kugesekkan sampai air maniku keluar. Waaah ... aku harus melakukannya nanti.
3 detik kemudian dengan perlahan mbak Marisa mulai membuka tali pengait BH nya diantara kedua kubah penutup gunung kembarnya itu dan sst ...
Mataku melotot serasa hendak loncat keluar ketika secara nyata telah terpampang sudah dua bulatan besar payudaranya setelah Bh nya dilepas. Ooooouuhh ....begitu besar, begitu putih mulus, montok, kelihatan padat dengan kedua puting-puting susunya yang berwarna coklat muda kemerahan. Indahnya ...eemaaaakkk ....
Aku tak tahan dan sontak berdiri menghampiri tubuh mbak Marisa yang sudah hampir telanjang bulat. Dengan cepat jemari kedua tanganku telah meraih dua bulatan payudara montoknya kedalam genggamanku. Seakan kesetrum dan seolah terasa begitu kecil jemari tanganku membelai dan mulai meremas kedua buah dada mbak Marisa yang begitu padat dan kenyal itu. Sumpah ... baru kali ini aku memegang dan meremas buah dada seorang wanita
Oohh. ....enaknya .... ambooiiiii .....
Mbak Marisa yang tak menyangka aku akan berbuat begitu, namun akhirnya ia hanya pasrah dan membiarkan kedua jemari tanganku bermain-main, memegang dan meremas-remas dua gumpalan besar payudaranya sepuasnya.
" Besar sekali mbak ...", bisikku seakan tak percaya dengan penglihatanku saat ini.
" Hik...hik... kamu nakal sekali Ery ... aawww ... pelan-pelan sayang ....mmmm ...aawww ...iiihhh ... nafsu sekali kamu Er.... Aaawww ....hik..hik... mmm", pekik mbak Marisa keenakan setiap jemari tanganku dengan gemas memuntir dan meremas-remas kedua buah payudaranya yang kiri dan kanan berulang kali.
Tak puas sampai disitu kudekatkan muka dan mulutku ke buah dadanya sebelah kanan lalu dengan rakus mulutku mulai menghisap dan mengulum puting susunya dengan sepenuh perasaan. Kupejamkan kedua mataku menikmati pengalaman pertama dalam hidupku ini. Aku menyesal tidak melakukan hal seperti ini dari dulu-dulu.
" Oooowww ... Eryy ... geli ahh ...mmmm ... aduuuhh ... putingku jangan digigit dong ... awww ....iiihhhh .... nakal ...mmmm ...uuhhhh ....ih..geliii ...", pekik Marisa kegelian. Jemari kedua tangannya kini mengerumasi rambut kepalaku sampai awut-awutan, terkadang malah ditekannya kepalaku kedepan sampai muka dan mulutku yang sedang menyusu sampai ikut tertekan menikmati kelembutan dan kelunakan buah dadanya yang besar. Aku semakin bernafsu ... cepok ...cepok ketika akhirnya secara bergantian mulutku mulai menghisap puting payudaranya sebelah kiri dan dengan dibantu lidahku bibirku mulai mengenyot dan menyusu buah dadanya itu dengan harapan air susunya keluar.
" Oowwww .... aduuuh ....Erryyy ....geliiii ..mmmmm ....aaahhhh .....iihhhhh ....mmmm ....aduuuuhh ..putingku sakit Eryyy ...", pekik mbak Marisa semakin keras.
Sementara aku semakin asyik mengenyot dan menghisap puting-puting buah dada montoknya secara bergantian dan sementara mbak Marisa semakin asyik merintih keenakan ..... jemari kedua tanganku mulai bergerak menyusuri sekujur tubuh mulusnya yang seksi, mulai dari punggungnya yang halus mulus terus bergerak kebawah ke pinggulnya yang bulat aduhai begitu menggemaskan. Aku meremas pelan ... dan semakin lama semakin kuat saking gemasnya. Begitu kenyal dan padat. Mulus lagi.
Batang penisku yang ngaceng semakin menggila bergerak naik turun makin cepat seperti piston, kurasakan sudah berkali-kali cairan madziku menetes keluar menandakan sudah saatnya untuk melakukan senggama. Namun jemari tanganku masih belum berhenti menjamah tubuh mbak Marisa yang merangsang ini, dengan cepat jemari tangan kiriku merambah kesela-sela pahanya yang terasa hangat dan lunak, kurasakan sebuah lekukan kecil lubang duburnya yang sempit sekali, dengan gemas jari telunjukku langsung kutusukkan memasuki lubang duburnya itu. Sekali tusuk langsung masuk setengahnya .... Woww ... begitu sempitnya dan rasanya panas sekali telunjukku didalam situ.
" Aaawwww ......aduuuhhh ... duburku sakiiit ...Eryy ...aawww ...", pekik mbak Marisa kesakitan. Aku tak peduli, kini giliran jemari tangan kananku yang merambah selangkangannya dari arah depan.
Ooohhhhh ... sambil terus kukenyot dan kuhisap puting susunya sebelah kiri, kini kurasakan jemari tanganku telah mengelus-elus bukit kemaluannya yang ternyata tidak memiliki sehelai rambutpun. Aku agak heran juga sejak kapan mbak Marisa melepas celana dalamnya but peduli setan. Bukit kemaluannya itu ternyata juga cukup besar karena aku dapat menggenggamnya dengan seluruh telapak tangan kananku. Terasa begitu lunak dan hangat dan saat jari tengahku kuselipkan diantara labia mayoranya yang besar langsung kutusukkan pula menembus liang vaginanya yang ternyata juga sangat sempit sekali. meskipun aku sudah berusaha menekan namun kurasa yang masuk paling cuman 1,5 centi saja. Astaga .... Sempit sekali ..... gimana penisku yang besar dan panjangnya 16,5 centi bisa masuk kalo sempit begini.
" Aaaawwwww ...... aduuuuuhhh .... sakiiiit Eryyy .....", pekik mbak Marisa kesakitan.
Kucabut jariku dari liang vaginanya, akhirnya bukit kemaluannya hanya kuremas-remas saja dengan perasaan gemas. Aku memang tidak ada pengalaman secuilpun tentang senggama karena aku memang belum pernah melakukannya, tetapi yg jelas aku harus bisa memasukkan batang penisku sepanjang 16,5 centi ini sampai kandas kedalam liang vagina mbak Marisa. Sampai disitu aku tak mampu menahan diri lagi, nafsu sex-ku sudah diubun-ubun dan aku ingin segera menyetubuhi mbak Marisa.
Cepookk .....
Kulepaskan mulutku dari puting-puting buah dadanya lalu dengan tak sabar segera kupegang batang penisku yang sudah ngaceng nggak karuan lagi itu untuk segera kumasukkan ke dalam liang vagina mbak Marisa.
" Aaah .... mbak ...ngghh ...sudah nggak tahan nih ...gimana caranya nih ...", pintaku bernafsu setengah rada bloon juga.
" Iiiiih ... kamu ini Er ... jangan terlalu bernafsu begitu sayang ... nanti air manimu terlalu cepat keluar sayang ... kamu bisa enjakulasi dini ...iiihh ...hik..hik... penis sebesar itu lagian mana cukup masuk ke lubang kemaluanku Er ... hik ...hik...", bisik mbak Marisa sembari mengerling setengah genit menggodaku.
" Aduuh .... mbak ...udah nggak tahan nih .....", pintaku lagi setengah memohon.
" Iiiih ...udah ah ..... penismu jangan dipegang-pegang gitu ... nanti isinya keluar lho ....hik..hik.."
" Ya ...ampuun ... mbak Marisa genit aah ....", sahutku sembari menahan nafsu.
" Semua laki-laki itu memang sama ... kalo udah maunya ... dasar laki-laki ... sudah rebah sana ...", katanya sambil mendorong tubuhku kembali rebah terlentang diatas karpet.

Begitu aku rebah tidur, mbak Marisa pun lalu mengikutiku dan lansung mengangkangi tubuhku. Aku kembali terkagum-kagum menyaksikan keindahan tubuh mulusnya yang sangat sempurna ini. Ooohhh ... baru kulihat sekarang bukit kemaluannya yang agak berwarna kecoklatan dibanding bagian tubuhnya yang lain itu tampak besar membentuk sebuah bukit kecil indah dan merangsang. Sebuah belahan memanjang vertikal yang membelah labia mayoranya itu terlihat tebal dan tertutup rapat seolah menyembunyikan lubang vaginanya yang sangat terlarang. Duh ... merangsangnya bukit kemaluan milik mbak Marisa ini. Tak tahan menyaksikan pemandangan indah itu jemari tangan kananku mulai meremas batang penisku yang ngaceng lalu kuusap-usap pelan dengan rasa nikmat sembari memandangi keindahan tubuhnya.
Mbak Marisa tersenyum kecil melihat ulahku, dengan gayanya yang aduhai, pantatnya yang seksi dan bahenol itu langsung menduduki kedua belah pahaku. Aahhh ...lututku sampe gemetaran saking gugupnya merasakan kehalusan dan kemulusan kedua bulatan pantatnya yang sangat merangsang birahi itu.
" Mbak ... aahhh ...", bibirku seolah ikut tergetar menyaksikan kesemua itu. Seakan mimpi rasanya melihat seorang bidadari cantik bertelanjang bulat dengan segala keindahan tubuhnya yang begitu sempurna kini malah menduduki tubuhku.
Marisa makin tersenyum manis melihatku bertambah gugup. Dipegangnya tanganku yg masih menggenggam batang penisku yang ngaceng lalu dengan mesra dibawanya kedadanya membelai kemontokan buah dadanya yang besar menantang. Tanpa dikomando kedua jemari tanganku langsung kembali bergerilya membelai dan meremasi kedua buah payudara montoknya dengan gemas. Begitu kenyal dan padat.
" Er .... sebelum kita bersetubuh ada syarat yg harus kamu penuhi dulu ...", bisiknya mesra padaku.
" Apapun itu mbak ... akan saya kerjakan ....", sahutku pasrah.
" Mmm .... kau harus memuasiku lebih dulu Er ... maksudku aku ingin kamu mencumbu .... mmm ... kemaluanku dulu ... aahhh ...", bisiknya malu dan setengah ragu.
" Katakanlah mbak ... pasti akan saya lakukan ...", ujarku semakin bernafsu, agak heran juga hatiku mendengar permintaannya yg menantang itu.
" Ngghh ... dulu mbak selalu melakukannya bersama suami ...nggh..", katanya lagi setengah ragu.
" Katakanlah mbak ... jangan kuatir ... pasti Ery lakukan ...apa itu mbak ....?"
" Mmmm ... Ery kamu mau khan meminum cairan kemaluanku ...", katanya lalu menunduk malu.
Aku tersenyum menahan geli mendengar pengakuan polosnya itu, aku pikir mbak Marisa ini ada sedikit kelainan sex juga. Ada-ada saja. Masa aku disuruh minum cairan lendir orgasmenya ... jangankan setetes dua tetes ... satu gelaspun akan kuminum dengan senang hati seandainya mbak Marisa bisa mengeluarkan sebanyak itu.
" Saya mau sekali mbak .....", kataku penuh gairah.
Marisa tersenyum manis walaupun kutahu ia sedikit malu juga harus berterus terang seperti itu.
" Makasih Ery ....", katanya pelan setengah berbisik. Sejenak lalu diangkatnya tubuhnya kembali, pinggul dan kedua paha mulusnya yang sejak tadi duduk mengangkangiku kini dengan cepat bergerak menuju ke arahku. Aku begitu takjub dan kagum menyaksikan keindahan bukit kemaluan miliknya yang besar dengan lekukan labia mayoranya yang merangsang. Tidak ada sama sekali gelambir kecil yg biasa sering kulihat pada film2 porno menandakan mbak Marisa ini jarang sekali bersenggama. Bahkan labia mayoranya yang besar dan tebal itu selain mulus karena bulu kemaluannya telah dicukur habis, ternyata masih menutup rapat satu sama lain menyembunyikan clitoris dan lubang vaginanya.
Bau alat kemaluan milik mbak Marisa terasa mulai menusuk hidungku begitu kedua paha mulusnya dengan cepat telah berada diatas mukaku dan mengangkangiku. Alamak .....alat vitalku semakin ngaceng saja melihatnya.
" Mmmmm .... bau kemaluanmu enak sekali Marisa ...", bisikku setengah serak.
Aku tak bisa melihat wajahnya karena mukaku sudah hampir tertutup dengan bukit kemaluannya yg besar. Hanya kurang dari 10 centi jaraknya dari mukaku ketika akhirnya kudengar ia berkata.
" Ery .... cumbui clitorisnya sampai cairanku keluar sayang ...", bisiknya pelan terdengar bernafsu. Habis berkata begitu tiba-tiba saja pandanganku menjadi gelap, mukaku seakan tertimpa sebuah daging hangat dan lunak. Mmmbbfff ... mbak Marisa telah menekankan seluruh bukit kemaluannya yang montok itu ke mukaku. Semula digesek-gesekkannya seluruh bukit kemaluannya yang empuk itu ke mukaku. Bau alat kemaluannya itu terasa menyengat namun entah mengapa aku begitu menyukai bau khasnya itu. Hidungku yang terselip diantara belahan labia mayoranya menggesek clitoris dan celah vaginanya yang mulai sedikit basah. Mulut dan lidahku tak mau kalah mulai ikut mengecup, mencumbu dan menghisap nikmat bibir-bibir kemaluannya yg tebal. Begitu empuk dan lunak. Gemas rasanya lidah dan mulutku menjilat dan menghisap daging terlarangnya itu.
Kupejamkan kedua mataku menikmati pengalaman indah pertamaku ini, mencumbu bagian terlarang bidadari cantikku ini. Kuremas lembut kedua belahan pantat mbak Marisa yg menduduki pundakku. Aku kira mbak Marisa begitu sangat menikmatinya. Berulang kali mulutnya memekik kecil lalu mengerang panjang keenakan sambil menggeliatkan pinggulnya memutar menikmati jilatan dan sedotan mulutku pada bibir-bibir kemaluan dan clitorisnya.
" Oouuh yaahh ...Ery .... ooouuhh ...yaahhh ... terus sayang .... ouuuuhh yaaaahhh ...mmmm ....Eryyyy .... uuhhhhhh ...nikmatnya ....nngggghhhh ..."
Cukup lama sekali kukira aku mencumbu alat kelaminnya itu, mungkin sekitar 10-15 menitan, sampai akhirnya saat kuhisap dan kugigit gemas daging clitorisnya yang sebesar kacang tanah itu tiba-tiba mbak Marisa mengangkat pinggulnya keatas.
" Eryyyyy .... buka mulutmu sayang ...aduuuuhhhh ... aku mau keluar sayang ..... uuuuuhhhh ...... oouuuuuugghhhh .....", pekiknya keras. Rupanya mbak Marisa sudah hampir sampe ke puncak orgasmenya. Sambil pinggulnya diangkat, jemari tangan kirinya menyibakkan bibir labia mayoranya yg sudah basah habis kujilati sedang jari telunjuk kanannya menggosok-gosok daging clitorisnya dengan cepat. Dapat kulihat jelas dari jarak sekitar 10 centi liang vaginanya yg mungil dan sudah basah itu sedikit membuka. Melihat pemandangan merangsang itu segera kubuka mulutku lebar-lebar menunggu cairan orgasme tumpah keluar. Dan 5 detik kemudian .....
Pruutt ...... cpruuutttt ........
Wow .... Tiba-tiba saja beberapa semprotan bening dari liang kemaluan mbak Marisa tumpah keluar langsung nyelonong masuk ke dalam mulutku ... mmmm ada rasa asin, amis dan gurih bercampur jadi satu ... langsung kutelan nikmat semuanya. Baru sekali ini aku melihat seorang wanita juga mampu menyemburkan cairan orgasme.
Mbak Marisa mengerang dan merintih panjang menikmati puncak orgasmenya. Pinggulnya yang seksi aduhai sampai menggeliat-geliat hebat saking enaknya. Wuuffff ..... indah sekali.
" Nnnggggggggggggghhhh .......uuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhh"
Kudekatkan mulutku ke lubang kemaluannya yg masih meneteskan cairan kenikmatannya itu .... Kuhisap dan kusedot sekuatnya sampai kurasakan tidak ada sisa lagi cairan yg keluar. Lidahku mengecap sedap menikmati lendir orgasme mbak Marisa sebelum akhirnya kutelan habis.
" Uuuuuuhhhh ..... Eryyyy .... oouhhh .... makasih sayang ....uuuhhh ..nikmatnya tadi sayang ...", bisik mbak Marisa letih setelah orgasmenya berakhir. Kedua belah pantatnya dihempaskan ke dadaku yang bidang. Lemas.
Kini dapat kulihat kembali wajah cantiknya yang tampak berkeringat basah. Namun rona-rona kepuasan dan kebahagian terpancar diwajahnya.
Sejenak kubiarkan ia mengatur nafasnya yang sedikit memburu. Kubelai-belai mesra kedua pahanya yang putih mulus sembari kupandangi alat kemaluannya yg kini tampak semakin merangsang sehabis orgasme. Uh ... aku sudah tak sabar ingin segera merasakan jepitan liang vaginanya.
Seakan mengerti mbak Marisa lalu menggeser tubuhnya kebawah tubuhku kembali. Wuuiiih ... enak rasanya saat kulit dada dan perutku bergesekan dengan kedua paha mulusnya itu.
" Mmmm ... Er kamu siap kehilangan keperjakaanmu sayang ...", bisik mbak Marisa lembut. Wajahnya yang cantik itu nampak sedikit berkeringat. Dan ouuuuhh ... aku merintih nikmat dan seakan tak percaya ketika dengan penuh kelembutan jemari lentik mbak Marisa yang halus itu lalu memegang sembari memberi sedikit remasan gemas pada batang penisku yang sudah 'over ngaceng' dan membawanya ke celah bukit kemaluannya yang sangat merangsang birahi kelelakianku.
Ooouhhh ... aku kembali meremas-remas dan memuntir gemas kedua buah dadanya yang montok dan kenyal itu sambil berbisik dalam hati.
" Selamat tinggal perjaka .......". Ooouuhhh... remasan jemari tangannya membuat air madziku langsung mengalir deras keluar membasahi kepala penisku namun tiba-tiba dengan cepat, jari telunjuk tangan kirinya seolah membendung aliran air madziku yg kental itu sampai menempel di jari telunjuknya. Aku merintih nikmat. Mbak Marisa tersenyum manis lalu membawa jari telunjuk kirinya yang sudah basah oleh cairan madziku yg kental itu ke mulutnya dan sambil memejamkan mata seolah begitu menikmati, mulut dan bibirnya mulai menghisap nikmat cairan kentalku yang menempel di jari telunjuknya.
Astagaaa .... Aku terperangah melihat tingkahnya yg menggemaskan itu ......
" Oouuhh ... Marisaa ... perjakai aku sekarang ..... oouhh ...", bisikku gemetar tak kuat menahan nafsu.
Mbak Marisa membuka kedua belah matanya kembali sambil tersenyum manis memamerkan deretan gigi putihnya. Duh ... begitu indah bibir merahnya yg menggemaskan itu.
" Aahhh ...", aku kembali merintih nikmat ketika Marisa kembali meremas batang penisku.
" Alat vitalmu besar sekali Er ....", bisiknya lembut, lalu kemudian mbak Marisa mengangkat pinggulnya keatas dan sedikit digeser keatas pinggangku sehingga bukit kemaluannya yang besar merangsang itu tepat berada diatas batang penisku yang ngaceng. Perlahan lalu ditempelkannya kepala penisku ke belahan bukit kemaluannya dan diselipkan disitu. Uuuhhhh ... begitu lunak dan hangat, jemari kedua kakiku seakan gemetaran menyaksikan pemandangan indah ini, sembari terus diremas-remas dan dikocok perlahan batang penisku yang ngaceng mbak Marisa mulai menurunkan pinggulnya kebawah dan sleppss ... kurasakan ujung kepala penisku mulai memasuki sebuah lubang sempit diantara dua bibir labia mayoranya ....
" Uuuugghh ...", bibirku tanpa terasa bergetar menahan sejuta rasa.
" Mmmmm ....uuhhh ... iihh ....besar sekali penismu Er ...aww ..", rintih mbak Marisa sedikit kesakitan ketika secara perlahan-lahan kulihat kepala penisku yang sebesar sawo manis itu mulai tenggelam menembus ke dalam liang vaginanya.
" Aaahhhh ....Marisa ....ooouuhhhh". Aku mengerang merasakan kenikmatan saat liang vaginanya menjepit begitu ketat kepala penisku yg besar. Seakan diremas dan diurut oleh daging hangatnya yang lunak itu.
" Aaahhhh terus mbak ... perjakai aku ....ouuuhh ...teruss ..yaaahhh ...eenaaknya Marisa ...oouuhh ....". Aku menggeliat keenakan. Kupejamkan kedua mataku menikmati sensasi sex yang baru pertama kali kurasakan ini.
" Oowww ... Ery .....oouuhh ...besar sekali sayang ...mmmmhhff ....woowwww .....", rintih mbak Marisa sembari kurasakan ia terus menekan pinggulnya kebawah. Seakan tiada hambatan dan begitu lancar selain rasa ketat dan hangat yang kurasakan pada separuh batang penisku yang telah berhasil memasuki lubang vaginanya.
" Aaaahhhh .... terus Marisa ..... aaaaahhhh ...", pekikku semakin keenakan. Mili demi mili kurasakan lubang ketat vaginanya semakin dalam menjepit batang penisku. Seakan mencengkeram hebat saking sempitnya. Sekujur tubuhku seolah gemetaran menikmati sensasi sex ini. Kukonsentrasikan seluruh perasaan nikmatku pada jepitan hangat lubang kemaluan mbak Marisa yang secara terus menerus mili demi mili menenggelamkan seluruh alat vitalku.
" Uuuuuuh ..... mmmm ... alat vitalmu keras sekali Er .... uuuuh......."
Akhirnya dengan satu hentakan kuat ....amblas sudah seluruh batang alat vitalku tenggelam kedalam liang vaginanya yang sangat ketat dan hangat. Selesai sudah penetrasi pertamaku ini ... dan hilang sudah keperjakaanku ...mbak Marisa telah merenggutnya dariku .... Aku merintih nikmat merasakan batang penisku sepanjang 16,5 centi itu terjepit begitu hebat .... Seakan diremas, diurut dan dikenyot oleh daging lubang vaginanya yang hangat.
" Woooowww .... Luar biasa sekali Er ... penismu benar-benar besar dan panjang sekali sayang .... Uuuuh ... "
" Ooouuhhh .... Marisa ....nikmaat sekali ..... aaaahhhhh .......", erangku keenakan. Lutut dan sekujur kakiku sampai gemetaran menahan rasa nikmat yg baru pertama kali ini kurasakan. Aku benar-benar tidak menyangka jepitan hangat liang vagina milik mbak Marisa ini sampai membuat jiwaku seakan melayang-layang ke awang-awang.
" Mmmmm ... kamu sudah bukan perjaka lagi Ery ... ", bisiknya lembut sambil dielusnya pipiku mesra.
" M...mbak .....", bisikku gemetar keenakan.
" Nggak pa-pa Ery .... wajar untuk pertama kali ... mungkin air manimu akan cepat keluar ... mmm ...kenapa sayang ... sempit yaaa ...lubang vagina mbak ...hik..hik ...", bisiknya mesra setengah menggoda.
Aku tak sanggup menjawab lagi selain hanya meram melek keenakan.
Sambil setengah tertawa kecil direbahkannya tubuh bugilnya ke badanku sehingga kedua buah dadanya yang sebesar melon itu menekan dan menempel ketat di dadaku yang bidang.
Uugghhh .... Nikmat sekali rasanya.
Kupeluk gemas tubuhnya yang mulus dan montok itu. Wajahnya yang cantik menunduk ke arahku dan sejenak kemudian kami berdua kembali asyik saling bercumbu bibir. Sementara itu kurasakan kedua paha mulusnya yang mengangkangiku kini menjepit pinggangku dengan ketat. Aku menggelinjang keenakan merasakan otot-otot daging vaginanya yang menjepit batang penisku seakan memlintir dan meremas begitu ketat.
Kupejamkan kedua mataku dan sejenak kemudian kurasakan pinggulnya mulai bergerak turun naik menyetubuhiku.
" Aaahhhh .... "
Aku mengerang-erang keenakan diantara cumbuan bibir mbak Marisa saat liang vaginanya yang sempit dan hangat itu mulai menggesek batang penisku keluar masuk.
Woooowwwww ..... rasanya membuat badanku adem panas saking ueeeenaknya.
" Ooouuuhh .... Marisa .......ooouuuuuhhhh .....yaaaaahhh ......ooouuuuhh..", erangku nikmat.
Begitu hebatnya mbak Marisa menggoyang pinggul turun naik tanpa mengenal lelah sedikitpun ...
Menit demi menit berlalu ... waktu serasa begitu panjang dan lama sekali. Kami berdua bercumbu mesra sembari saling mendesah keenakan menikmati pergesekan luarbiasa pada alat kelamin kami yang telah menyatu.
Entah sudah tak terhitung berapa puluh kali liang vagina mbak Marisa menggesek keluar masuk batang penisku yang seolah telah luluh lantak ... dijepit, diremas, dipilin-pilin dan dikenyot seperti permen. Begitu hebatnya pinggul mbak Marisa bergerak naik turun menghunjam-hunjamkan seluruh alat vitalku sepanjang 16,5 centi itu ke dalam lubang kemaluannya. Terkadang cepat ... terkadang begitu lambat .... bahkan terkadang digerakkan memutar dari kiri ke kanan dan sebaliknya membuat batang penisku seolah diplintir-plintir tak karuan.
" Nnnggghhhh. ....Marisa.....ooouuuuuhhhh ......nikmaat sekali ......aahhh..."
" Uuuhhh .... Eryy ...nnnnggghhhh ... "
Semakin lama mbak Marisa bergerak semakin cepat menaik turunkan pinggulnya membuat alat vitalku semakin hebat menggesek keluar masuk ke dalam lubang kemaluannya. Buah zakarku sampai terguncang-guncang saking kuatnya mbak Merisa menghentak kebawah. Aku merasa tak ada lagi batang penisku yang tersisa diluar karena begitu mbak Marisa menghentakkan pinggulnya kebawah seluruh batang penisku serasa dicengkeram hebat oleh daging hangatnya sampai kandas.
Jiwaku seakan berkelojotan merasakan nikmatnya senggama yg sangat luar biasa ini. Sambil saling berpelukan erat kurasakan mbak Marisa merintih dan mengerang semakin keras.
" Oooooouuuuuuhhhh ....Eryyyy ..... oooouuuuuuuhhhhh ...... oouuuuuuhhhhhh...."
Aku menduga mbak Marisa sebentar lagi akan orgasme ..... wooooowwwww .......
Benar saja.... Semenit kemudian kurasakan otot-otot daging vaginanya tiba-tiba menjepit alat vitalku dua kali lebih hebat membuatku sampe merem melek keenakan. Sekujur tubuhku sampe gemetaran menahan rasa nikmat yang tak terkira. Setengah menit kemudian tiba-tiba tubuh mbak Marisa terasa kaku dan kedua pahanya yang mulus itu diluruskan kesamping kiri dan kanan sambil mengejan kuat berulang kali. Aku sendiri ikut-ikutan kelojotan seperti cacing kepanasan merasakan liang vaginanya bagaikan mesin penjepit yg luar biasa kuatnya ... seakan diremas-remas dan dikenyot habis-habisan alat vitalku yang sudah 'over heat' itu.
Mbak marisa mengerang panjang sambil mengejan-ngejan nikmat berulang-ulang ... sejenak kemudian kurasakan seluruh batang penisku seperti disiram cairan hangat banyak sekali. Wooowwww ... ambooi rasanya.
" Ooouuhhhh Eryyyyy ..... oooouuuuuhhhhhh ..........", pekiknya nikmat di puncak orgasme keduanya.
Beberapa detik kemudian mbak Marisa akhirnya terdiam kelelahan. Lubang kemaluannya masih menjepit batang penisku sampai kandas. Panas rasanya alat vitalku dijepit dan digesek seperti tadi. Kupeluk dan kubelai mesra pinggang dan punggungnya yang putih mulus menetramkan perasaannya yg baru terpuaskan.
" Kau puas Marisaku .....", bisikku penuh kasih sayang.
Ia mengangkat wajahnya yang tampak basah berkeringat dan letih. Bibirnya yang merah tersenyum manis penuh kepuasan yg tak terkira.
" Ery .... oohh ..... kau kuat sekali Ery .... kamu sendiri belum juga keluar sayang ...ohhh ....kau hebat Ery ... mmm .. cupp ...cuppp ..", katanya pelan sambil mengecup bibirku penuh kemesraan.
Aku tersenyum bangga, aku sendiri juga tak mengira dapat mengimbangi bahkan lebih tahan lama saat bersenggama dengannya tadi. Padahal jepitan dan gesekan liang vaginanya luar biasa ketat dan nikmatnya.
" Fiiiuuhhh .. Marisa .... ulangi seperti tadi lagi ... biar kusemprotkan air maniku ke lubang kemaluan ... mmbbfff..". Mbak marisa membungkam mulutku yg ngeres itu dengan jemarinya yang lentik.
" Iiiiihh .... Kamu Ery .....ngomongnya kok kotor begitu ...?", katanya protes.
" Eee ... tadi mbak Marisa khan juga ngomong jorok ...", sahutku juga protes.
" Masa iya ...sayang ...", bisiknya tak percaya.
Kami berdua ketawa cekikikan sampe akhirnya mbak Marisa kembali menggoyang pinggulnya turun naik menyetubuhiku. Menghunjam-hunjamkan kembali seluruh batang alat vitalku ke dalam liang vaginanya yang hangat dan sempit. Aku kembali merem melek dan mengerang-erang keenakan. Sebaliknya mbak Marisa yg sudah terpuaskan kini hanya tersenyum sambil memandangiku yg sedang mendesah nikmat.
" Uuuuhh .. Ery ... keras dan panjang sekali penismu sayang ....uuuuhhhh .... ayo sayang ... keluarkan air manimu ....uuuuhh .....", bisiknya penuh gairah nafsu.
Aku masih sempat tersenyum geli diantara desah kenikmatanku mendengar ucapannya.
" Aaaahh ... Marisa-ku ......teruss ...sayang ....ooohhhgg ....aaaahhh .....yaaaahhh ..... terus ... Marisa-ku ...mmmm ....oouuhhhgg ... nikmat sekali sayang ....mmm", erangku keenakan.
Begitu sabar dan hebatnya mbak Marisa menggoyangkan pinggulnya naik turun memuaskan nafsu kelelakianku yang belum tuntas. Digoyangkannya pinggulnya kekiri dan kekanan sambil dibawa turun naik membuat alat vitalku seakan dihisap, dibetot, dikenyot dan diplintir-plintir hebat oleh liang vaginanya itu.
Uughh ..... Aku menggeram menahan rasa nikmat dan kurasakan juga akhirnya air maniku yg mulai bergerak naik hendak muncrat keluar. Sekujur tubuhku yang sedang disetubuhinya mulai menggelepar pertanda puncak kenikmatan enjakulasi sudah dekat.
" Oooouuuhh ..... terus Marisa-ku .... yaaahhh .... sedikit lagi sayang ...ngggggghhh ....ooooouuhhhh .... yaaahh ... Marisa-ku .... k..kau hebaat sayang ...nggghh ..yaaahh ....sedikit lagi air maniku kek ...ke ...luar sayang ....ooouuuhhhh ......"
Mbak Marisa semakin bersemangat melihatku mulai hendak enjakulasi, pinggulnya digerakkan semakin ganas naik turun sambil digoyangkan memutar seolah hendak memlintir dan memerah alat vitalku yang sudah hendak muncrat. Begitu hebatnya jepitan liang vaginanya mengocok batang penisku sampai-sampai aku sendiri tak sanggup menanggung rasa nikmatnya yang sangat luarbiasa.
" Uuuuuhh ....ayo Ery ..... keluarkan air manimu sayang ....uuhhhh ....", bisiknya genit sambil sesekali mengecup bibirku gemas.
" Ooouhhh ... yaaaahhhh ..... mau keluar nih Marisaa ....aaaaahhhhh ......", teriakku keras sekali. Segera kupeluk erat pinggul montok aduhai-nya yg masih terus bergerak turun naik menyetubuhiku lalu secepat kilat segera kugulingkan tubuhnya kesamping sehingga kini gantian badanku yang menindih tubuh montoknya. Mbak Marisa memekik kecil kaget melihatku begitu perkasa dan ganti menindihnya, dengan mesra kedua pahanya yang sangat mulus itu diangkat keatas dan menjepit pinggangku kuat. Seluruh batang penisku seakan tertancap kandas kedalam lubang kemaluannya yang masih menjepit dengan hebatnya.
" Uuuuhhhh kau kuat sekali Er ....mmm ....benar-benar laki-laki idaman ...uuuuuw ...", bisiknya manja.
Mbak Marisa tidak tau kalo air maniku sebenarnya sudah berada dileher kepala penisku siap untuk kusemburkan keluar, namun aku sengaja masih menahannya sejenak sekuat tenaga.
" Aaaahhh ...Marisa-ku sayang .... kau ingin anak laki atau perempuan ...?", bisikku gemas menahan rasa nikmat.
" Iiiihhhh .... hik ...hik ... kau ini ngomong apa sih .... mmmm .... laki-laki saja Ery sayang .... supaya tampan seperti kamu ...mmm..", bisiknya mesra.
Aku mendelik nikmat saat tiba-tiba kurasakan liang vaginanya sedikit menyempit, alat vitalku yang sedang diujung enjakulasi itu langsung collaps ... Dan Craatttttt ........
" Aaaaaaaaaaaagggghhhh ...........". Aku menggeram nikmat ke puncak enjakulasi. Kukecup bibir mbak Marisa lembut lalu bersamaan dengan itu mulai kusemburkan air maniku ke dalam lubang kemaluannya yang menjepit nakal batang penisku itu.
Mbak Marisa memekik kaget saat dirasakannya air maniku menembak dengan kuat ke dalam rahimnya yang sangat terlarang. Kedua jemari tangannya langsung mengusap-usap dan meremas-remas pantatku agar aku lebih nikmat memuntahkan air mani kedalam lubang kemaluannya.
Craaattt ..... cruuuuutttt ....... Cratttt .......... Crruutttt........ cruuuuutttttt ........
Semburan demi semburan kuat air maniku mulai keluar memenuhi liang vagina mbak Marisa. Sungguh tak terperikan rasa nikmat yg kurasakan. Jiwaku seakan ditarik keatas awang-awang terbang ke dalam sorga kenikmatan yang luar biasa.
" Ooowww ....Eryy ... iiihhh .... ooowww ......banyak sekali sayang ... mmmm ....uuuuuhhh ...terus sayang ....mmmm .... aaahhh kental sekali air manimu sayang ....mmmmm ...", bisiknya penuh gairah.
Gantian kini pinggulku yang kugerakkan turun naik menyetubuhi mbak Marisa. Kuhunjam-hunjamkan secara perlahan alat vitalku yang sedang enjakulasi kedalam lubang kemaluannya yang hangat dan sempit.
" Oouuhh.... Marisa-ku ......nggghhhhhggghhh .... nikmatnya sayang ...ngggggghh.....", erangku melepas rasa nikmat yang tak terkira. Begitu hebatnya liang vagina mbak Marisa menjepit alat vitalku ... memerah air maniku yang terus menyembur-nyembur tak henti-hentinya. Saking banyaknya air maniku yang keluar sampai pergesekan batang penisku dengan liang vaginanya jadi bertambah licin dan mantap.
Kukecup dan kukulum bibirnya yang merahnya sepenuh perasaan.
" Nnnnghh ... Ery ... banyak sekali air manimu sayang ... uuhhh ... yaaahhh ... terus sayang ... uuhhh ... semburkan lagi sayang .... uuuhh ....", bisiknya manja menikmati tubuhnya yang sedang kusemai dengan bibit-bibit calon manusia itu.
" Oouuuuhhhh ....... Marisaa ......", keluhku nikmat merasakan alat vitalku masih juga terus menyemburkan air mani.
Crreeetttttt .....crrretttttttt...........cretttrrrrt ............
Aku tak tahu lagi sudah berapa semburan yang kutumpahkan kedalam liang rahimnya, yang kurasakan hanyalah betapa kenikmatan yg sedang melanda tubuhku itu seakan membuat jiwaku seakan ringan saja terbang ke atas sorga.
Secara teratur dengan ritme tetap aku masih menaik turunkan pinggulku terus menyetubuhi mbak Marisa. Begitu nikmat mengeluar masukkan alat vitalku yang masih memuntahkan cairan sperma itu menggesek daging liang vaginanya. Begitu ketatnya lubang kemaluan mbak Marisa mengocok-ocok batang penisku dan menyedot spermaku keluar.
" Ooouuhhh ... sudah .. Marisa sayaang ... air maniku jangan disedot lagi ....", bisikku ditelinganya sembari meringis nikmat.
Marisa ketawa cekikikan ...
" Iiiihhh .... nakal .. siapa yang nyedot ... penismu aja yang ngocor terus ...hik ....hik ...
uuuuhh ... banyak sekali sih Er .... hik..hik... kamu minum apa sayang bisa sebanyak ini ...", sahutnya manja.
" Sperma Tarzan .....", ujarku sekenanya.
" Iiiiihh .... jorok aahh .... hik ..hik ...", pekiknya kaget.
Akhirnya kurasakan ludes juga air maniku disedot lubang kemaluan mbak Marisa. Namun pinggulku masih terus bergerak turun naik menyetubuhinya seakan tiada rasa puas dalam hatiku untuk terus menggeluti tubuh mbak Marisa yang montok dan bahenol ini. Ia sampai merintih-rintih kecil melihatku seolah semakin bertambah ganas mengeluar masukkan alat vitalku yang masih over voltage menggesek liang vaginanya sampai kandas.
" Aduuh .... Ery ... sudah ah .... berhenti dong .... masih belum puas juga sih ... mbak bisa pingsan nih .. kecapekan ..hik ...hik ..", keluhnya manja.
Enjakulasiku berakhir sudah. Begitu luar biasa nikmatnya. Perasaanku sekarang seolah begitu ringan. Seolah tiada beban. Begitu tentram dan damai.
" Nnnnngghhhh ..... Marisaku .... Isteriku .... nnnggghh ....pinggulku nggak bisa berhenti nih .... remnya blong ....", bisikku gemas.
" Iiiiihhhh .... Ery .... sudah ah ....hik ...hik .... nakal sekali kamu sayang .... aduuh ... kemaluanku sakiit Er ...", rintihnya kesakitan.
Jemari tangannya dengan gemas mencubit pantatku yang masih bergerak turun naik menyetubuhinya.
" Eryyyyy ..... udah dong .... hik ...hik ... aawwww ..... sakit sayang .... jangan cepat-cepat masukinnya sayang .... aaawwww ...". Mbak Marisa semakin merintih kesakitan.

Aku tak peduli karena aku semakin gemas dan bernafsu mendengar rintihannya yang merangsang itu. Entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang kurang lengkap dalam tubuhku. Alat vitalku terasa masih sedikit gatal-gatal dan masih ngaceng seolah masih menyimpan keinginan yang terpendam.
" Aduuuhh ... Eryyy .... iiiiihhhh ... udah ah sayang .... nnggggghhhhhhh ....", bisiknya lirih. Namun diakhir ucapanya itu aku merasa mbak Marisa mulai merasakan kenikmatan lagi. Mmmmm .... Aku semakin bersemangat menggoyangkan pinggulku yang sebenarnya sudah 'letoy' itu turun naik dengan mantap. Bagaimanapun aku juga tak ingin terlalu terbawa ego-ku sendiri. Kuatur gerakan pinggulku turun naik dengan kecepatan sedang sehingga hunjaman alat vitalku ke dalam lubang kemaluannya yang sempit itu tidak terlalu membuatnya sakit namun sebaliknya memberinya rasa nikmat.
" Marisa-ku ... air maniku mau keluar lagi nih ....", bisikku mulai merasakan kenikmatan senggama itu kembali.
" Ooouuhhh ... Ery .... k ...kau luar biasa sayang .... nnnggngggghhh ... terus sayang ... jangan berhenti ....oouuhhh ....", bisiknya sembari menikmati genjotan alat vitalku yang mulai menggelitik clitorisnya ke sorga kenikmatan.
Kedua pahanya yang mulus kembali menjepit pinggangku erat. Kedua tangannya memeluk tubuhku mesra dan jemari tangannya mengelus mesra punggungku yang berkeringat basah. Bagaikan seekor kuda liar tanpa mengenal lelah sedikitpun aku terus menggoyang pinggul turun naik menyenggamai bidadari cantik mbak Marisa. Begitu nikmat dadaku yang bidang menindih kedua bulatan payudara raksasanya yang kenyal dan padat itu. Kedua puting susunya terasa keras dan runcing menusuk kulit dadaku. Geli-geli rasanya.
Kami saling bercumbu bibir sembari menikmati rasa nikmat pergesekan alat kelamin kami yang saling beradu untuk mencari kenikmatan sorga dunia.
" Eryyy ...aahh ...cupp ...cuppp ... oouuhhhh .... terus sayang ..jangan berhenti .... sedikit lagi ....ooouhhh.... yaaahh ...nggggghhh .....ooowwww ...", rintih mbak Marisa nikmat.
Akupun demikian, aku mulai merasakan kenikmatan sex yang luar biasa. Dan kali ini ternyata berlangsung begitu lama. Mungkin sekitar setengah jam-an lebih karena kami berdua sudah sama-sama terpuaskan tadi, tetapi justeru terasa jauh lebih nikmat. Kami berdua bisa sama-sama berkonsentrasi dan merasakan secara lebih mendalam dan lebih menjiwai persenggamaan ini. Setiap mili alat kelamin kami saling menggesek, kami bisa merasakan nikmatnya itu sampai ke tulang sumsum. Sehingga tidak heran kalo persenggamaan ini berlangsung sangat lama, karena mbak Marisa semakin keenakan bila alat vitalku kukeluar masukkan secara perlahan kedalam liang vaginanya. Ia sampai melenguh panjang keenakan ketika kubenamkan secara perlahan batang penisku kedalam lubang kemaluannya sampai kandas, begitu pula ketika kutarik batang penisku itu pelan-pelan keluar dari lubang kemaluannya sampai-sampai ia menggigit pundakku karena gemas.
" Aaahhh ... Eryyyy .... nnggghhh .... nikmaatnya sayang .... terus sayang ....ulangi lagi .....aaaahh .....uuuuhhhh ......yyaaaaahhhh ..mmmm ...", rintihnya.
" Marisa-ku ...aaahhh ... kita keluarkan sama-sama ......", bisikku menahan rasa nikmat yang sudah mulai memuncak.
" Nnnggghhh .... i..iyaaa.... sayang .... aaahhh ....aku sudah mau keluar ...nggghhh .....lekas Eryyyyy .....", bisik mbak Marisa ke telingaku ketika dirasakannya puncak orgasmenya sudah sampai.
" Aaaaahh ....tung .. gu sebentar Marisa .......eegggghhh .....aaaaaaahhhhhh .... ayo Marisaa ...sekaraaaannggggg ......", erangku nikmat ketika enjakulasi-pun akhirnya terpuaskan untuk kedua kalinya.
Kali ini agak kupercepat goyangan pinggulku agar alat vitalku dapat menggesek liang vaginanya lebih hebat, sehingga puncak kepuasan sex itu lebih terasa nikmat.
Dan ...sambil berpelukan mesra, akhirnya kami berdua saling mengerang-erang dan menggeliat-geliat melepas puncak kenikmatan itu bersama-sama. Tubuh kami berdua saling mengejan saking tak kuatnya merasakan rasa nikmat yang luar biasa. Otot-otot liang vagina mbak Marisa menjepit alat vitalku dua kali lebih ketat membuat air maniku sontak kembali menyembur-nyembur keluar dengan hebatnya.
Crrrettt ..... cccrrrooot ......... crreeeeettttt ........... Crrreeeettttt .........
" Marisaaaaaaaaaaaaa .....................aaaaaggghhh "
" Eryyyyyyyyyyyy ............ nngggghhhhh "
Kami berdua sama-sama memekik-mekik nikmat. Seakan terbang saja jiwaku terhempas kedalam pusaran kenikmatan yang tiada tara. Cairan lendir mbak Marisa terasa menyembur lemah membasahi dan menghangati seluruh alat vitalku yang terbenam kandas dalam liang kemaluannya.
Cruuuoooottttttt ...........crreeetttt .....
Air maniku kurasakan mulai menyembur lemah dan akhirnya terasa ludes tak tersisa lagi. Kantong zakarku seolah kopong karena isinya telah terkuras, disedot kemaluan mbak Marisa.
Tak terasa begitu cepat sekali rasa nikmat itu berakhir, pinggulku terhempas lunglai diatas tubuh mbak Marisa. Alat vitalku seakan terbenam dalam lautan air mani didalam liang vaginanya. Kurasakan batang penisku itu mulai bergerak menyusut didalam situ. Loyoo. Mbak Marisa menciumi bibirku dengan gemas. Berkali-kali mulutnya mengulum bibirku sampai lama sekali. Dari wajahnya terbayang betapa sangat puasnya dia malam ini. Begitu terlihat cantik dan alami meski tampak basah berkeringat. Kedua matanya yang kelihatan sedikit letih memandangku mesra.
" Ooh ...Eryy .... aku benar-benar puass sekali ... kau jantan sekali sayang ... mmmbbff ....cupp ...cuupp ....", katanya gemas.
" Aku juga Marisa .... begitu nikmat sekali ....mmm .... indah sekali Marisa .....", bisikku letih.
Lima menit kemudian aku melungsur keluar dari tubuh mbak Marisa dan tergeletak lemas disamping tubuh bugilnya.
Malam itu aku menginap di tempat Mbak Marisa sampai pagi, namun sebelum tidur aku masih sempat mengintip lagi ke kamar si Agus dan benar saja kulihat mereka memang sedang tertidur lelap kecapekan dan masih telanjang bulat, hanya edannya kulihat alat vital si Agus yang sudah loyo itu ternyata masih menancap di lubang dubur Farida. Mungkin mereka sempat maen (sodomi) lagi ketika kutinggal tadi. Dari sela-sela paha Farida yg putih mulus kulihat leleran cairan kental berwarna putih (seperti buih) banyak sekali. Mungkin air mani si Agus yg tumpah keluar dari dalam liang kemaluan Farida.

Sampai sekarang hubungan sex ini masih tetap berlangsung. Dan seperti yg telah saya duga sebelumnya mbak Marisa saat ini telah menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Entahlah bagaimana selanjutnya aku masih bingung, hanya saja mbak Marisa mengatakan supaya aku jangan khawatir mengenai kehamilannya karena ini katanya sudah menjadi tanggung jawabnya bersama suaminya nanti (edaan nggak), tapi entah bagaimana reaksi suaminya.
Ketika sahabatku Agus kuceritakan tentang hub.sex ku ini, semula ia tak percaya sama sekali dan menuduhku ngayal. Namun suatu malam yg telah kurencanakan, ia kusuruh mengintipku dan baru benar-benar percaya ketika kusetubuhi mbak Marisa untuk ke-29 kalinya. He...he... katanya ia sampai sempat onani segala melihat tubuh mbak Marisa yg begitu indah mulus dan montok, bahkan gilanya ia masih sempat merekam adegan persetubuhan kami itu dgn handycam-nya selama kurang lebih 10 menit.
Ada kejadian lucu pada beberapa hari yg lalu ketika suatu siang sehabis pulang dari kampus, aku benar-benar tak dapat menahan kerinduanku pada mbak Marisa, sambil sedikit setengah memaksa, aku meminta mbak Marisa memenuhi keinginan sexualku. Meski pada mulanya ia menolak karena sikon yg tak memungkinkan disaat kegiatan salonnya yg sedang ramai namun akhirnya ia mau juga, mbak Marisa mengajakku melakukannya di dapur saja daripada di kamarnya dan ia menyuruhku melakukannya dengan cepat karena takut ketahuan pegawai salon.
Ketika kami melakukan persetubuhan itu, masih dengan pakaian lengkap. Mbak Marisa hanya menarik turun celana jeans dan CDnya sebatas paha, begitu pula denganku hanya kuplorotkan sebatas paha pula. Mbak Marisa menyuruhku agar melakukannya dari sebelah belakang, dan ia lalu berdiri agak setengah membungkuk membelakangiku diatas sebuah meja di dapur. Alat vitalku yang sudah sangat ngaceng itu kuselipkan diantara kedua belah paha mulusnya dan menembus labia mayoranya yang tebal merangsang. Hanya kurang dari 10 detik, seluruh batang penisku sepanjang 16,5 centi itu telah kubenamkan seluruhnya kedalam liang kemaluannya yang hangat dan sempit. Sambil kuremas gemas kedua belah payudara montoknya dari belakang, aku mulai asyik menggoyang pinggul menyetubuhi mbak Marisa. Namun kenyataan berkata lain, 20 menit kemudian yang kebetulan sekali saat itu kami berdua sudah hampir sampai ke puncak kenikmatan secara hampir bersamaan. Ketika tiba-tiba salah satu pegawai mbak Marisa yaitu Sherly nyelonong masuk ke dapur hendak mengambil gelas untuk minum. Kami berdua terhenyak kaget, begitu pula dengan Sherly. Begitu kagetnya mbak Marisa sampai lubang vaginanya mengerut mengecil menjepit alat vitalku yg saat itu sedang mendekati klimaks-nya, prrttt .. rasanya jepitannya yg luarbiasa membuat alat vitalku langsung muncrat memuntahkan air mani kedalam lubang kemaluannya.
" Eeeehhh ... mbak .... Maaf ...!!", pekik Sherly kaget setengah ketakutan melihat kami berdua sedang berhubungan intim.
" Sherlyy ..!!!", pekik mbak Mbak Marisa pula.
Sebaliknya aku malah meram melek keenakan merasakan air maniku yg menyembur-nyembur hebat kedalam liang kemaluan mbak Marisa. Rasa nikmatnya membuatku seakan tak peduli dengan kejadian mengejutkan itu.
" Ma ... maaf m ..mbak .... Saya mau ambil gelas .....", seru Sherly masih kaget.
Sejenak mbak Marisa akhirnya dapat menguasai keadaan.
" Ya sudahlah ... Sherly .. lekas ambil sana ...", ujar mbak Marisa setengah ketus.
Sherly langsung ngibrit keluar begitu benda yg dicarinya sudah didapat. Kami berdua saling ketawa cekikikan mengingat kejadian lucu tadi, lalu melanjutkan lagi permainan sex kami yg sempat terganggu 1 ronde lagi.
Sejak kejadian itu Sherly semakin berani menggodaku dan hampir tiap hari ia menelpon mengajakku pergi menemaninya ke diskotik. Saya tahu ia pasti punya hasrat lain selain hanya sekedar pergi ke diskotik. Aku masih belum mengiyakan permintaannya, berhubung sebenarnya saya sedang naksir pada Silvi yaitu salah satu pegawai mbak Marisa yg lain, orangnya setahun lebih tua tetapi masih imut2 dan manis seperti Deyana Lomban (atlet badminton) dan saat inipun hubungan kami sudah dapat dibilang pacaran, hanya saja sedikit ngeri juga mengingat kejadian ketika Sherly memergokiku sedang bersetubuh dgn mbak Marisa. Aku khawatir Sherly mengadukan soal ini kepada Silvi. Kadang terpikir olehku untuk mengiyakan saja kemauan Sherly menemaninya ke diskotik atau menggagahinya sekalian untuk sekedar tutup mulut (kalo perlu) ... ha ...ha....
Kalo ada pembaca yg punya koleksi gambar2 hot cewek atau artis lokal sedang senggama tolong kirim dong ke Email saya :
Golo007@Yahoo.com


CEWE BLOK M (2)
From: "--------" <--------@hotmail.com>
Date: 5 Nov 1998 00:41:32 -0000


Halo Wiro makasih banget cerita saya sudah di muat di CCS walaupun kurang seru.

Untuk yang telah request photo-porno ke si_jorok@hotmail.com maaf banget karena document tersebut tidak bisa di berikan sekarang, tunggu tanggal mainnya dan harap mensubscribe ke si_jorok@egroups.com

Best storySampai di vilanya si Mabes. Semua teman saya vila . Disana telah berkumpul senior senior lain yang sebelumnya tidak datang di Blok M. ketika saya mengajak si Erika turun di menolak sambil memeluk saya untuk menemaninya. Wangi tubuhnya membuat saya makin konak. Sedangkan Wanda langsung masuk ke dalam vila karena kedinginan sekilas saya melihat putingnya mengeras dan menempel di balik kemejanya. Tinggal saya berdua dengan Erica di parkiran. Wah pikiran jorok saya langsung keluar Udin Petot nih ,,, mau ga yah dia tanya saya dalam hati ? Kami berdua masuk lagi kedalam mobil dan menyalakan pemanas. Ruangan di mobil seketika panas dan membuat embun tebal di kacanya. Erika makin berani saja dia duduk sambil memeluk saya dingin banget yah... dadanya yang besar mendesak dada saya sampai saya bisa merasakan putingnya mengeras. terus Erika memejamkan matanya dan mendongakan kepalanya. Wah minta di cium nih lannsung saja saya lumat bibirnya yang basah. ketika di lumat di mendorong bahu saya dan melepaskan ciuman nya terus dia bilang tahan bentar. Kemudia di maju dan memangut bibir saya perlahan lahan. Gila nih cewe pengalaman banget nih pikir saya wah dia mau main halus nih kalau kaya gini saya bisa ga tahan lama karena sudah terlalu terangsang. mau nya si langsung coblos :P
kemudian tangannya masuk ke dalam baju saya dan mulai mengusap ngusap dada , badan dan puting. gelinya minta ampun rangsangan yang di berikannya membuat saya tidak tahan lagi. langsung tangan saya turun dan mencoba membuka jean yang Rika pakai. Dia tidak menolak setelah terbuka pengaitnya saya turunkan retsretingnya dengan kasar. wah bener bener udah sampe ke ubun ubun deh sementara Erika menurunkan kepalanya dan mulai menjilat jilat dada saya . Wah ini cewe hebat banget nih tau cara merangsang cowo. bisa ngecret juga nih. Tangan saya tidak tinggal diem karena di mobil saya tidak bisa berbuat banyak karena saya dalam posisi yang tidak menguntungkan. terus saya langsung menurunkan celana jeans saya setengah. Ketika itu saya tarik badanya Erika ke atas dadanya yang besar menutupi muka saya dan hampir tidak bisa bernafas. Wangi tubuhnya enak sekali ketika saya melumat putingnya dari luar Erika menggelinjang dan melenguh pelan. uhhhhh sssst....
saya mulai menyedot nyedot putingnya dari luar dan sebentar bentar saya gigit gigit. Erika tambah kelabakan dan memeluk kepala saya dan menekannya sekencang kencangnya . rambut saya di jambaknya. tanpa dia sadar saya pelan pelan menurunkan celana jeansnya. seketika tercium wangi yang lain. ketika itu Erika mulai menggerak gerakan pantatnya maju mundur dan mengenai burung saya. uhhh rasanya enak banget. sementara tangan saya mencoba membuka perthanan Erika sekaligus dua duanya karena kalau tangan saya menyusup ke balik BHnya di tahan dan kalau tangan saya ingin membuka celana dalamnya yang ungu itu dia mengerak gerakan pantatnya. wah susah sekali. Terus ketika saya berhasil membuka kait BHnya yang berada di depan. selama ini ga kebuka karena ga ketemu di belakang. Dan saya langsung menyingkapkan kaos ketatnya agak susah juga karena tertahan badannya Erika tampaknya mulai pasrah dan mulai membuka kaos yang saya kenakan juga. Saya melihat dari remang remang kalau susu nya Erika besar sekali belum pernah saya melihat susu sebesarnya ini hanya dalam film film saja. Wah rejeki banget nih ketika saya melumatnya dia bilang pelan pelan biar geli... Saya tertawa dalam hati wah dia udah menikmati juga nih. saya kulum pelan pelan putingnya ketika saya rapatkan kedua susunya putingnya bertemu satu sama lain wah gede banget yah susu nya terus saya jilatin kedua duanya pingir pingir nya saya cium ciumin . bulatan sesudah putingnya saya kitari dengan lidah saya bulatannya besar juga . dia makin bersemangat mengoyang goyangkan pantatnya menggesek gesek selangkangannya ke burung saya dan membuka pahanya lebar lebar. tanpa dia sadari celana jeansya telah lepas dari kaki nya karena saya tarik dengan kaki saya. Saya mulai menuntut tangannya kebawah. Pertama dia tidak tahu apa yang saya mau pas saya sentuh tangannya dengan burung saya dia kaget. tapi saya paksa untuk pegang burung saya. Wah masa ga mau sih kata saya ? terus dia bilang saya juga belum pernah beginian sama orang lain cuma denger cerita teman teman saya. Oh kamu jadi belum pernah sambil saya cium lehernya dan kupingnya dia memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya. Terus mau diterusin apa tidak ? kata dalam hati jengkel sekali, dia membuka matanya sambil tersenyum kemudia dia meremas burung saya sambil mencium kuping saya dan membisikan jangan kasar kasar yah... pelan pelan buat saya terangsang. yang tadi enak banget...Ia kata saya.. terus Erika bilang kalau sakit jangan di terursin yah....hmmmmm ok tapi janji saya di keluarin... apanya yang di keluarin. ekpresinya membuat saya terpingkal pingkal wah beneran tidak tau atau polos nih. Terus yah kalau tidak tau mau di ajarin nggak? Di ajarin apa ? Yah tenang aja deh kamu pernah orgasme tidak sambil jari jari tangan saya masuk kedalam celana dalamnya. Erika menggeleng dengan lemah matanya terpejam pejam ketika saya mulai meguak mencari cari lubangnya wah sudah basah banget. Bulu bulunya masih halus saya melihat pantatnya Erika besar sekali wah pinggulnya besar bergoyang kekiri kanan sangat merangsang perutnya tidak gendut dan datar putihan wangi sekali. ketika saya menemukan clitnya, badanya bergetar getar saya langsung menyedot nyedot kembali putingnya sambil asik memainkan clitnya doi melenguh lenguh. enak tidak Erika. ahhhh enak sekali.... ja ja ngan berhenti ahhhhh tangannya mulai meremas remas burung saya lagi langsung saya bimbing untuk masuk kedalam burung saya langsung di pengang dan diremasnya celana dalam saya langsung saya buka agak susah juga terus saya membuka celana dalam Erika tanpa perlawanan karena di bantu juga . Erika kembali menekan nekan clitnya ke burung saya saya memijat mijat pantatnya yang kenyal dia makin terangsang secara tidak langsung saya mulai menusuk nusukan burung saya mencari cari jalan masuk ke lobangnya Erika melenguh lenguh saya tari kepalanya ke leher saya sekita saya melihat kalau teman teman saya bersama teman temannya Erika sedang mencoba mengabadikan kegiatan kami saya sempet tersentak juga. mereka sedang merekam dengan handycam karena takut ketahuan mereka tidak berani menyalakan lampunya sekarang mereka mulai menyalakan lampunya dan saya memberikan kode OK kepala. Erika saya tahan di leher saya sedangkan tangan saya mulai memasukan jarinya ke lubang pantatnya di tidak menolak ...ahhhh enakkkkkk hmmmmmphh..... geli.... katanya saya makin liar saja mencoba menguak .lubang memeknya tiba tiba tubuhnya bergetar dan mengejang doi menekan patantnya ke dalam tubuh saya dan secara tidak sengaja batang burung saya masuk ke lubang mekinya dia menjerit kecil aaaahhhhh Erika sayang sama kamu kmudian dia mulai naik turun dengan cepat saya merasakan adanya cairan basah di paha saya Erika masih mengejang ngejang tapi tidak berhenti mengoyang goyangkan patatnya. Burung saya ngilu banget karena terlalu lama menahan tegang . Saya merasakan geli geli enak dan ngilu ngilu ingin meledak rasanya. Seketika itu dia bangun dan duduk di selangkangan saya teman teman saya untungnya telah balik ke Vila hanya beberapa masih asik ngintip kedalam sambil coli kasian ?.. Erika minta kalau susunya di hisap hisap saya dengan sigap menjilat jilat putingnya dia dengan posisi ini semua batang saya masuk kedalam lubangnya yang basah sekali terdengar bunyi air dari lubangnya dia makin keras saja menekan pantatnya kebawah seoalh olah ingin melumat semua burung saya dan di bawa pergi...crot croott ssshhh cerrrt crettt dia menjerittt ketika sadar bahwa ada orang diluar badannya bergetar dengar keras kukunya mencengkram dan mengores punggung saya dan ketika saya tengok ternyata temannya Erika si Wanda. Erika memberi tanda untuk menjauh wah lega juga nih utung ga di cabut kalau tidak kan gagal ngecret nih terus dia mulai mengendur cengkraman ototnya malah yang saya rasakan makin geli terus dia bilang kamu udah belum . Belum nih bentar lagi kata saya tiba tiba dia bangun kemudian tidur celentang saya tidak tinggal diam. Langsung saya memeluk tubuhnya dari atas ketika saya bangun saya tidak lupa mengelap paha saya ternyata ada darah banyak bangetya curiga kalau cewe ini lagi dapet apa emang perawan ga tau deh kaya nya si perawan soalnya lubang nya sempit banget bisa masuk karena dia udah basah banget. Erika menarik tubuh saya dan membingbing burung saya masuk ke lobangnya dia bilang pelan pelan yah perih banget nih kamu punya enak banget besar banget saya langsung memaju mundurkan pantat saya susunya yang besar bergoyang goyang mengikuti irama wah saga tahan dengan pemandangan kaya gini nih dia meringis ringis sambil memeluk erat kedua susunya kadang di mainkan dan tarik tarik kemudian memainkan puting punya saya.ahhh ahahhhh saya merasakan kalau otot otot memeknya mengeras kembali rasanya seperti masuk ke lubang yang sempit sambil di pijit pijit ahhhhhhh geli banget Erika juga mulai jerit jerit AHHHHH AHHHH ENAAKKKK tubuhnya kembali bergetar getar saat itu saya merasakan kalau ada yang mau keluar di ujugn burung saya rasanya lain dari mau pipis ahhhhhh ahhhh saya mulai menjerit juga Erika menarik tubuh saya dan mengggit puting saya ketika saya klimaks tubuh Erika bergetar dengan hebatnya lebih hebat dari sebelumnya pantatnya di dorong maju kedepan sejauh jauhnya saya mengulum putingnya ahhhhh nikmattttt sekaliiiiiii ternyata orgasme dia jauh lebih lama ada sekitar 3 menit setiap kali saya goyang dia mendesahhhh ahhhhhhhhhhhhh... geliiiiii ahhhhh enakkkkk ahhh udahhh saya ga tahhhaannnn ahhhhhh saat itu burung saya mulai mengecil dan saya mau pipis saya iseng boleh ga saya pipis di dalem dia mengangguk pasrah ketika saya pipis dia mengelinjang kembali ahhhhh panassss ahhh enakkk saya merasakan lubang memeknya memekar dan air pipis saya mendorong burung saya keluar ahhhhhhhhhhh enak bangettt rasanya plupppp bunyinya ketika lepas dari lubang memeknya air pipis dan air mani, dan darah segar segera membasahi kursi mobil teman saya.

Wah gawat cepat cepat kami berpakaian mata saya berat sekali ingin tidur.
tapi saya harus membersihkan ini untuk sementara saya tutup dengan Koran. Ketika masuk ke Villa sebagian sudah pada tidur kamarnya ada banyak juga ada 8 kamar. 5 ada didalam 3 ada di luar senior kami tidur di dalam sedangkan satu kamar masih kosong beberapa tidur di ruang tamu ada juga yang cewe cewe satu kamar saya menyuruh Erika tidur di kamar yang ada cewe cewe nya karena di situ ada kamar mandinya Saya langsung mau tidur tapi ketika saya duduk diruang tamu semuanya yang disana protes. Sana loe mandi dulu bau kencur loe karena malu ada temanya Sisca. Saya sudah ngantuk banget tidak sadar ada siapa aja di situ. Sambil lunglai saya berjalan keluar menuju ke kolam renang kebetulan kolamnya susah hangat karena pemanasnya telah di pasang. wah enak nih skini deep. yang saya tau waktu saya buka pakaian semua ada yang cekikikan dan ada yang sempat mengabadikan photo saya bugil.. gawat deh. Saya berenang bugil selama setengah jam saya tidak peduli kalau tetangga lain ada yang mengitip atau tidak karena kolam renangnya menghadap ke Vila vila di sebelah setelah sunyi saya mulai agak agak ketiduran di pinggiran karena suhu kolam yang hangat membuat menguap membuat pandangan saya kabur hanya bunyi riak air dan binatang malam saja yang terdengar. pegal pegal badan saya mulai hilang yang ada lapar mulai menyelinap di pinggir kolam ada jagung bakar yang tersisa dan makanan kecil lainya wah kebetulan nih ketika saya bangun dari kolam saya sekilas melihat bayangan di vila sebelah yang kamar tidurnya menghadap ke kolam. Kaget juga nih wah kalau hantu gimana hiii serem kebetulan pagar pagar di sebelah rumah pendek jadi bisa di panjat saya iseng malah sambil mencari handuk yang tertinggal saya mengambil jagung bakar dan duduk di pager tetangga sebelah saya melihat ada dua mobil di parkir di depan wah ada penghuninya nih terus saya melihat kalau bayangan di atas sedang menatap saya dengan tajam. Yang punya cewe manis rambutnya panjang kulitnya putih diterangi cahaya bulan cantiiik banget huaa gila dari tadi dia ngeliatin saya berenang bugil. tapi saya lebih takut lagi kalau dia hantu hiiiiii.merinding karena takut ada apa apa saya cepat cepat masuk kedalam dan tidur di kamar teman saya....Pikir pikir puas banget hari ini dapet Erika dan diintipin hantu manis... Bersambung Si Hantu minta jatah...

Cerita ini adalah pengalaman saya bersama teman teman selama kuliah di Jakarta.
foto ini sempat beredar dan membuat masalah di antara kami kususnya MABES karena dia yang punya hajat Vila nya di pakai bersama untuk bermesum bersama. Untuk sekarang ini yang ingin foto-foto saya mohon maaf karena tidak bisa memberikan untuk sekarang. Saya hanya ingin menjaga keamanan teman teman saya yang sebagian sudah berjalan resmi dengan gadis gadis Blok M tersebut. Terimakasih Wiroooooo.....

Next